Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK dahulu, perairan Indonesia menjadi salah satu jalur perdagangan yang masif digunakan oleh masyarakat lokal maupun internasional. Terlebih lagi untuk masyarakat Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.
Head of People Operation dari Profesea, Ema Krisnaningtias, mengatakan saat ini sebanyak 90% dari volume perdagangan dunia seperti hasil bumi, bahan makanan, alat elektronik, dan otomotif dikirim dengan menggunakan kapal.
“Melihat fakta tersebut, tentunya akan banyak dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) kemaritiman untuk memenuhi kebutuhan segala proses yang terjadi dalam industri kemaritiman di Indonesia," jelas Ema dalam keterangan, Jumat (17/10).
Baca juga: AIS Forum Serukan Penguatan Solidaritas Atasi Permasalahan Bidang Maritim
Apalagi, berdasarkan data Maritime Fairtrade, sekitar 12 juta pekerja profesional maritim dan 1,2 juta pelaut di Indonesia yang ekspektasinya akan berkontribusi untuk 12.5% GDP Indonesia di masa depan.
Namun kini kondisinya masih disayangkan. Seperti yang diutarakan oleh Head of Business Growth dari Profesea, Bianca Miraprilia, masih banyak SDM kemaritiman dalam negeri yang berkendala untuk ikut berkontribusi menjadi profesional maritim maupun pelaut.
Hal itu bisa terlihat dari masalah keterbatasan informasi, keterbatasan kandidat yang cocok, proses rekrutmen yang bertele-tele, hingga ketergantungan terhadap broker.
“Selain keterbatasan informasi, banyak pencari kerja dimanfaatkan, bahkan ditipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Bianca.
Baca juga: Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Optimistis Raih Predikat Akreditasi Internasional
"Karena hingga saat ini, para pelaut di Indonesia belum memiliki sebuah wadah resmi untuk memperoleh informasi terkini mengenai peluang pekerjaan tanpa ketergantungan pada orang dalam," jelasnya.
"Meskipun industri maritim di Indonesia berkembang pesat, belum ada platform komprehensif yang memenuhi kebutuhan komunitas maritim secara lengkap,” tutur Bianca.
Ema menambahkan bahwa hal ini dapat mengakibatkan sebagian besar pelaut lokal merasa terpinggirkan dan kesulitan memperoleh informasi penting yang dapat mempengaruhi karier mereka.
Baca juga: Bidik Akreditasi Internasional, PIP Semarang Dikunjungi Tim Ahli Aqas Jerman
"Menghadapi berbagai kendala dan tantangan-tantangan tersebut, Profesea hadir dengan menyediakan sebuah platform komunitas yang memungkinkan para pelaut untuk terhubung, berdiskusi, dan memperoleh berbagi informasi relevan," tutur Bianca.
Ini akan menjadi langkah besar dalam meningkatkan kesejahteraan dan peluang dalam industri maritim di Indonesia ke depannya.
Mengingat pada 2045, Indonesia Emas akan genap berusia 100 tahun, satu abad momentum bersejarah yang tidak bisa dibiarkan lewat begitu saja. (RO/S-4)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya membangun learning organization bagi ASN sebagai fondasi penguatan kinerja dan daya adaptasi organisasi.
Penguatan budaya kerja melalui program New Working Culture dan pembentukan Komite Transformasi Bisnis sebagai kunci agar semua proses organisasi berjalan adaptif.
LSP Quantum HRM Internasional dan Global Communication Network Indonesia (GCNI) resmi menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
ASN di Jatim diajak membangun kebijakan yang cerdas dan berdampak melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta pemanfaatan teknologi digital.
Data menunjukkan bahwa 93 persen profesional di Indonesia telah terekspos AI, namun kesiapan organisasi masih tertinggal.
PT Geo Mining Berkah (GMB), perusahaan konsultan pertambangan, memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor tambang.
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi sejumlah perwakilan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya di Hambalang..
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Program yang bersifat gratis ini bertujuan mencetak pramudi profesional yang mandiri, berdaya saing, serta mengedepankan standar keselamatan dan pelayanan prima.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved