Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum yang akan berlangsung pada 10-11 Oktober di Bali menyerukan penguatan solidaritas untuk mengatasi permasalahan bersama di bidang maritim.
Hal itu didasari atas prinsip bahwa AIS Forum diinisiasi sebagai wadah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara pulau dan kepulauan. Demikian disampaikan Kepala Sekretariat AIS Forum, Riny Modaso di Jakarta, Selasa (3/10).
“Negara - negara pulau dan kepulauan umumnya menghadapi permasalahan yang sama ketika dihadapkan dengan isu - isu kemaritiman. Salah satu contohnya adalah perubahan iklim yang menyebabkan naiknya muka air laut. Yang pertama kali ditempa dengan masalah ini tentu saja adalah negara - negara pulau dan kepulauan. Di sinilah AIS Forum melihat bahwa perlu adanya upaya kolektif untuk mengatasi isu tersebut,” jelas Riny.
Baca juga: Es Laut Antartika Mencapai Rekor Terendah Musim Dingin: Data AS
Untuk mengatasi permasalahan bersama, katanya, tentu saja dibutuhkan kolaborasi dan kerja bersama. Inilah yang kemudian menjadi acuan bagi AIS Forum membawa pesan kunci Solidaritas sebagai salah satu tema turunan. Dua tema yang jadi bahasan pokok lainnya adalah Ekonomi biru serta Laut kita, masa depan kita.
Ketiga bahasan itu menjadi rangkuman dari empat fokus kerja AIS Forum selama ini, yakni adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta penanganan bencana, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, dan tata kelola maritim yang baik.
Dalam perkembangannya, negara-negara partisipan AIS Forum saling berkolaborasi dan bekerja sama melalui program-program yang dilakukan oleh Sekretariat AIS Forum. Pada berbagai area fokus kerja, AIS Forum terus memfasilitasi upaya untuk mempererat solidaritas antarnegara AIS.
Baca juga: Jokowi Ajak India Tanggulangi Kejahatan Maritim dan Dorong Ekonomi Biru
Nilai-nilai solidaritas kemudian diwujudkan dalam berbagai program, seperti pada Joint-Research dalam bidang riset dan pengembangan. Juga pada bidang ekonomi biru melalui pemberdayaan dan akselerasi UMKM serta startup di berbagai negara AIS. Kolaborasi internasional melalui rangkaian pertemuan tingkat pejabat tinggi dan menteri pun telah beberapa kali dilaksanakan sebagai manifestasi dari komitmen negara-negara AIS membangun kerja sama.
Sejak didirikan pada 2018 melalui Deklarasi Manado (Manado Joint-Declaration), AIS Forum secara konsisten bergerak untuk saling menguatkan kerja sama dan kolaborasi aktif tanpa menimbang luar wilayah, kondisi sosial-ekonomi, dan level pembangunan yang ada.
Pelaksanaan KTT AIS Forum di Bali merupakan yang pertama dan menjadi medium yang tepat untuk kembali menekankan pentingnya kolaborasi dan solidaritas bersama, yang diperkuat pada level kepala negara/pemerintahan. Lebih dari 25 negara partisipan AIS Forum telah mengonfirmasi kehadirannya pada rangkaian KTT AIS Forum 2023 di Bali. (Z-6)
Ilmuwan mengungkap penyebab zona gelap di lapisan es Greenland. Debu kaya fosfor memicu pertumbuhan alga yang mempercepat pencairan es akibat perubahan iklim.
Peneliti menemukan bahwa kenaikan kadar CO2 di atmosfer mulai mengubah kimia darah manusia, termasuk kenaikan bikarbonat yang signifikan.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan Pesisir Lestari (YPL) menegaskan penguatan ekonomi biru Indonesia harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut.
Setelah sukses merevitalisasi tradisi Muro di Lembata, Nusa Tenggara Timur, LSM Barakat memulai langkah maju mendorong ekonomi biru di kawasan pesisir Lembata.
Ajang “Mermaid Merman Indonesia” resmi diluncurkan hasil kolaborasi Marine Actions Expo dan El John Pageants.
FMIPA UI menggali potensi pengembangan ekonomi biru sebagai strategi pemberdayaan masyarakat pesisir di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
Ekonomi Biru tidak hanya bicara soal perikanan tapi juga ocean renewable energy, migas, pelayaran, industri galangan kapal, hingga digitalisasi logistik maritim.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperluas manfaat ekonomi biru pada paruh kedua 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved