Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah himpitan ekonomi yang dialami masyarakat, budaya konsumtif yang kian dan godaan untuk mendapatkan utang secara mudah dan cepat justru semakin besar. Hal tersebut telah memberikan dampak buruk terhadap masyarakat dan budaya berutang menjadi semakin masif.
Sayangnya, hal ini telah membuat banyak korban yang berjatuhan. Akibat berutang dengan bunga yang tinggi, beberapa orang ada yang menyerah dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Rissalwan Habdy Lubis melihat fenomena ini disebabkan oleh dorongan konsumtif yang sangat berlebihan dari masyarakat. Hal ini juga tidak terlepas dari konten untuk meminjam uang yang berlebihan kepada masyarakat melalui beragam platform.
Baca juga : Ternyata Banyak Karyawan Gunakan Dana Pinjol Sebelum Gajian, Kenapa?
“Sekarang ini iklan bukan hanya ada di media massa, tapi langsung ke HP semua orang pada saat sedang online. Akibatnya orang sulit membedakan mana yang harus dikonsumsi sebagai hal yang benar-benar kebutuhan atau sekedar keinginan,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (23/9).
Lebih lanjut, faktor lainnya adalah perbandingan gaya hidup yang dipamerkan melalui berbagai media, terutama media sosisal. Sehingga banyak orang mengambil jalan pintas dengan meminjam uang untuk memenuhi keinginan yang terkait dengan persaingan hidup glamor.
Dia merasa, pemerintah haris melakukan edukasi agar masyarakat dapat mengurangi kebiasaan berutang tersebut.
Baca juga : Ratusan Tenaga Pendidik Jabar Terjebak Pinjol, Gaya Hidup Konsumtif Jadi Penyebab
“Saya kira kebiasaan berhutang ini bisa dikurangi dengan cara melakukan edukasi publik yang mendorong masyarakat menjadi lebih cerdas dalam pola konsumsi,” ujar Rissalwan.
Selain itu, hal lain yang dapat dilakukan dari sisi supply adalah membuat regulasi yang membuat orang sulit untuk berutang. (Z-3)
Baca juga : Tren Kembali ke HP Jadul untuk Hidup yang lebih 'Manusiawi'
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mengapresiasi Bareskrim Polri yang membongkar dua kasus aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah menjerat hingga 400 nasabah
Pakar Ekonomi Syariah UMY Satria Utama, judi online (judol) memiliki daya rusak yang lebih tinggi karena menyasar kelompok masyarakat yang rentan secara finansial.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama 97 platform pinjaman daring (pindar) menolak dengan tegas tuduhan adanya kesepakatan untuk menentukan batas maksimum suku bunga.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, lonjakan kasus penipuan keuangan atau financial scam di Indonesia semakin mengkhawatirkan.
Pelajari sifat dan hakikat sosiologi secara mendalam. Temukan karakteristik sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang empiris, teoretis, dan kumulatif di sini.
Biaya dan moda transportasi yang semakin beragam dan terjangkau juga turut mengubah pola mudik di masyarakat.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disintegrasi adalah keadaan tidak bersatu padu, keadaan terpecah belah, hilangnya keutuhan atau persatuan, perpecahan.
Hari ini Indonesia berduka atas meninggalnya Dr Ignas Kleden, seorang sastrawan, sosiolog, cendekiawan, dan kritikus sastra.
Permainan kartu seperti Domino (Gaple), Remi, dan Texas telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni proaktif dan reaktif. Individu yang bersikap proaktif bergerak sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved