Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SOSIOLOGI merupakan disiplin ilmu yang memegang peranan vital dalam memahami dinamika kehidupan bermasyarakat. Sebagai sebuah ilmu pengetahuan, pemahaman mengenai sifat dan hakikat sosiologi menjadi fondasi utama bagi siapa saja yang ingin mendalami interaksi sosial, struktur masyarakat, hingga perubahan sosial yang terjadi secara terus-menerus. Tanpa memahami karakteristik dasarnya, analisis terhadap fenomena sosial akan cenderung dangkal dan tidak objektif.
Dalam perkembangannya, sosiologi telah memisahkan diri dari filsafat dan berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Hal ini dipelopori oleh Auguste Comte, yang dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Untuk mengkaji masyarakat secara ilmiah, sosiologi memiliki batasan-batasan yang jelas mengenai apa yang menjadi wilayah kajiannya dan bagaimana metode pendekatannya. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif mengenai karakteristik (sifat) dan esensi (hakikat) dari sosiologi agar pembaca dapat membedakannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.
Menurut sosiolog terkemuka Indonesia, Soerjono Soekanto, sosiologi memiliki empat sifat dasar atau karakteristik utama yang membedakannya dari ilmu pengetahuan lain yang bersifat spekulatif. Keempat sifat ini menjadikan sosiologi sebagai ilmu yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Sifat pertama dan yang paling mendasar adalah empiris. Artinya, sosiologi didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat, serta hasilnya tidak bersifat spekulatif. Seorang sosiolog tidak boleh menduga-duga tanpa data. Semua kesimpulan harus ditarik dari penelitian faktual di lapangan tentang apa yang benar-benar terjadi dalam masyarakat, bukan apa yang 'seharusnya' terjadi atau apa yang diinginkan oleh peneliti.
Sosiologi adalah ilmu yang selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi sebuah teori. Sifat teoretis ini menegaskan bahwa sosiologi tidak hanya menumpuk data mentah, melainkan mengolahnya menjadi sebuah konsep yang dapat menjelaskan fenomena sosial secara sistematis.
Teori-teori dalam sosiologi tidak muncul dari ruang hampa. Sifat kumulatif berarti teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Teori baru hadir untuk memperbaiki, memperluas, serta memperhalus teori-teori lama. Misalnya, teori perubahan sosial di era digital saat ini merupakan pengembangan dari teori perubahan sosial klasik yang dicetuskan oleh para pendahulu seperti Max Weber atau Emile Durkheim.
Ini adalah sifat yang sering disalahpahami. Non-etis dalam sosiologi bukan berarti tidak bermoral, melainkan sosiologi tidak mempersoalkan baik atau buruknya suatu fakta tertentu. Tugas seorang sosiolog adalah menjelaskan fakta tersebut secara analitis dan mendalam. Contohnya, ketika meneliti fenomena kemacetan atau tawuran, sosiolog tidak bertugas menghakimi pelaku tawuran sebagai 'orang jahat', melainkan mencari tahu akar masalah, struktur sosial, dan pemicu mengapa peristiwa tersebut terjadi.
Selain sifat-sifat di atas, sosiologi juga memiliki hakikat yang menempatkan posisinya dalam peta ilmu pengetahuan (body of knowledge). Berikut adalah tujuh hakikat sosiologi yang perlu dipahami:
Memahami sifat dan hakikat sosiologi bukan hanya kebutuhan akademis bagi mahasiswa atau pelajar, tetapi juga penting bagi masyarakat umum dan pembuat kebijakan. Dengan memahami bahwa sosiologi bersifat empiris dan non-etis, kita diajak untuk melihat masalah sosial—seperti kemiskinan, kriminalitas, atau konflik antarsuku—dengan kacamata yang objektif dan berbasis data.
Pendekatan ini menghindarkan kita dari penghakiman sepihak dan solusi yang tidak tepat sasaran. Sebagai ilmu yang kumulatif dan teoretis, sosiologi menawarkan kerangka berpikir yang terus berkembang mengikuti zaman, menjadikannya alat yang ampuh untuk membedah kompleksitas masyarakat modern di Indonesia.
(P-4)
Biaya dan moda transportasi yang semakin beragam dan terjangkau juga turut mengubah pola mudik di masyarakat.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disintegrasi adalah keadaan tidak bersatu padu, keadaan terpecah belah, hilangnya keutuhan atau persatuan, perpecahan.
Hari ini Indonesia berduka atas meninggalnya Dr Ignas Kleden, seorang sastrawan, sosiolog, cendekiawan, dan kritikus sastra.
Permainan kartu seperti Domino (Gaple), Remi, dan Texas telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni proaktif dan reaktif. Individu yang bersikap proaktif bergerak sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved