Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
THE Local Market September Edition kembali hadir selama tiga hari, mulai dari 22-24 September 2023. Berlokasi di Urban Forest, Cipete, Jakarta, pameran dan bazar dari berbagai jenama lokal Indonesia yang diinisiasi Ku Ka Aku Suka ini diikuti lebih dari 100 jenama lokal dan ditargetkan transaksi mencapai ratusan juta rupiah.
Kali ini ajang itu menekankan pada komitmen untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memahami pentingnya usaha mereka sendiri dan bagi sesama komunitas UMKM di Indonesia. Sektor UMKM di Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan usaha lokal. Saat ini tercatat 65,4 juta UMKM di Indonesia yang mempekerjakan 114,7 juta orang atau sekitar 56% dari tenaga kerja keseluruhan.
The Local Market merupakan kegiatan offline dari Ku Ka yang fokus mendukung produk-produk Indonesia yang berkualitas. Ini telah dikurasi dari para individu yang muncul sebagai penggiat kerajinan tangan serta para komunitas yang peduli terhadap seni dan memiliki dampak sosial bagi masyarakat. The Local Market bukan hanya menjadi ajang jual beli semata tetapi juga mengedepankan edukasi dan rasa memiliki yang dalam untuk setiap pihak yang terlibat.
Baca juga: The Fed Dinilai akan Hentikan Penaikan Suku Bunga
Founder Ku Ka dan The Local Market, Titonius Karto, mengungkapkan bahwa The Local Market hadir di Indonesia sejak 2017 dan menyelenggarakan pameran yang ke-17 kali. Ini menjadi tempat bertemunya pelaku usaha lokal dengan para pembeli, saling berbagi ide dan berkomunikasi, hingga berkolaborasi. "Setiap tahun jumlah partisipan dan pengunjung The Local Market kian meningkat. Kami berharap The Local Market dapat selalu hadir setiap tahun dan terus berkontribusi memberdayakan usaha lokal Indonesia. Acara ini juga sebagai upaya kami melestarikan produk lokal buatan tangan. Di pameran ini kami secara berkelanjutan menciptakan suasana yang mendukung dan tidak kompetitif. Para penjual tidak hanya bisa membangun hubungan dengan pelanggan tetapi juga dengan satu sama lain," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (20/9/2023).
Sambil menikmati suasana Urban Forest Cipete, pengunjung dapat merasakan semangat kemeriahan dengan pertunjukan live music, berbelanja berbagai produk fesyen yang berbahan dasar kain tradisional atau wastra nasional, hingga peralatan dapur kayu yang dibuat langsung oleh pengrajin lokal di pulau Jawa. Pengunjung yang datang juga dapat menikmati sajian seni tradisional seperti karawitan, tari tradisional, wayang kulit, penampilan musisi lokal, dan beberapa workshop kerajinan yang dapat diikuti langsung.
Baca juga: ADB Ingatkan Risiko Meningkat bagi Negara Berkembang Asia
The Local Market merupakan pameran yang diadakan dua kali dalam setahun. Berawal dari ide sederhana yang dimulai dari Kemang Rooftop Market dan hanya diikuti oleh beberapa tenant, kini The Local Market menjadi tempat yang dituju banyak orang yang berfokus pada produk lokal berkualitas tinggi dan komunitas seni dan sosial.
"Bertujuan untuk menginspirasi dan memobilisasi masyarakat kami ingin menciptakan perubahan positif. Harapannya, The Local Market memberikan ruang bagi produk independen untuk memamerkan dan menjual produk mereka sambil membina hubungan baru dalam komunitas. One artisan, One Weekend, One action at a time," tutup Tito. (Z-2)
Konsumen dan korporasi kini tidak hanya mencari vendor atau destinasi, tetapi mitra strategis yang memahami konteks dan memberikan pengalaman berdampak.
Dengan integrasi ini, para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga ruang untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih efisien.
Melalui pameran seni bertajuk Prosperous Horse Year, publik diajak merayakan pergantian tahun melalui deretan karya patung dan lukisan yang sarat akan makna optimisme.
Pasar barang mewah sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang kuat.
Sejak pekan pertama Desember 2025, pameran ini telah menyambangi tiga titik pusat keramaian di Jakarta, yakni Masjid Istiqlal, Stasiun Tanah Abang Baru, dan berakhir di Ragunan.
Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi reputasi akademik ITB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved