Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
OECD menaikkan prospek ekonomi global untuk 2023 pada Selasa (19/9) tetapi memangkas perkiraan pertumbuhan untuk tahun depan karena penaikan suku bunga untuk mengekang inflasi berdampak buruk. Perekonomian dunia kini diperkirakan tumbuh 3% tahun ini atau naik dari perkiraan 2,7% dalam perkiraan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada Juni.
Namun dikatakan bahwa pertumbuhan global diproyeksikan tetap di bawah standar atau melambat menjadi 2,7% pada tahun depan. Angka ini turun dari 2,9% pada perkiraan sebelumnya.
"Setelah awal 2023 yang lebih kuat dari perkiraan, dibantu oleh harga energi yang lebih rendah dan dibukanya kembali Tiongkok, pertumbuhan global diperkirakan melambat," kata OECD dalam laporannya. "Dampak dari kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi semakin terlihat, kepercayaan dunia usaha dan konsumen telah menurun, dan pemulihan di Tiongkok telah memudar," tambahnya.
Baca juga: Maersk Luncurkan Kapal Kontainer Berbahan Bakar Biometanol Pertama Dunia
Bank-bank sentral di seluruh dunia telah meningkatkan biaya pinjaman secara tajam dalam upaya menjinakkan harga konsumen yang melonjak setelah invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu. "Kita semua melihat pengetatan kebijakan moneter berdampak pada perekonomian kita. Hal ini diperlukan untuk mengurangi inflasi, tetapi hal ini menyakitkan," kata kepala ekonom OECD Clare Lombardelli pada konferensi pers.
Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga utama ke rekor tertinggi pada minggu lalu tetapi mengisyaratkan bahwa ini mungkin merupakan kenaikan terakhirnya. Federal Reserve AS diperkirakan menghentikan kebijakan serupa pada Rabu. "Inflasi diperkirakan melambat secara bertahap pada 2023 dan 2024, tetapi tetap berada di atas target bank sentral di sebagian besar negara," kata OECD.
Inflasi masih jauh di atas target dua persen yang ditetapkan oleh The Fed dan ECB dan harga minyak telah pulih dalam beberapa minggu terakhir. Data Uni Eropa pada Selasa menunjukkan inflasi zona euro sedikit melambat menjadi 5,2% pada Agustus dari 5,3% pada bulan sebelumnya.
Baca juga: Naikkan Suku Bunga, Bank Sentral Eropa Nilai Cukup Jinakkan Inflasi
Bank of England dan bank-bank sejawatnya di Norwegia, Swedia, dan Swiss juga akan membuat keputusan suku bunga pada Kamis. "Bahkan jika suku bunga kebijakan tidak dinaikkan lebih lanjut, dampak kenaikan di masa lalu akan terus memengaruhi perekonomian selama beberapa waktu," kata OECD.
Biaya pinjaman bagi perusahaan dan rumah tangga telah meningkat, sementara kondisi kredit semakin ketat. "Beberapa negara sudah melihat peningkatan tingkat tunggakan pinjaman dan kartu kredit serta peningkatan kebangkrutan perusahaan," kata OECD.
Krisis di bank-bank regional Amerika pada Maret dan penjualan raksasa perbankan Eropa Credit Suisse menunjukkan bahwa risiko tetap ada bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat menimbulkan tekanan pada sistem keuangan. Laporan tersebut memperingatkan hal itu.
OECD juga memperingatkan bahwa perlambatan yang lebih tajam dari perkiraan di Tiongkok merupakan risiko utama tambahan yang akan memengaruhi pertumbuhan output di seluruh dunia. Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu mengalami kesulitan tahun ini setelah tiga tahun pembatasan akibat covid-19 dan utang besar-besaran di sektor properti.
OECD memangkas proyeksinya terhadap Tiongkok dengan pertumbuhan sebesar 5,1% pada tahun ini. Angka ini akan melambat menjadi 4,6% pada 2024 alias 0,5 poin persentase lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Meskipun mereka menaikkan perkiraannya untuk negara dengan perekonomian terbesar di dunia, Amerika Serikat, OECD mencatat bahwa pertumbuhan AS akan melambat dari 2,2% pada 2023 menjadi 1,3% pada tahun depan. Meskipun perekonomian AS, "Sejauh ini secara tak terduga terbukti mampu bertahan terhadap kenaikan tajam kebijakan suku bunga," dampak dari kondisi keuangan yang lebih ketat, "Diperkirakan semakin terlihat," kata OECD.
Organisasi tersebut menurunkan perkiraannya untuk zona euro dengan pertumbuhan sebesar 0,6% pada tahun ini dan 1,1% pada tahun 2024 karena perekonomian Jerman sedang kesulitan. Prospek pertumbuhan Jepang dinaikkan sebesar 0,5 poin persentase menjadi 1,8% pada 2023 dan diturunkan sebesar 0,1 poin menjadi 1% pada 2024. (AFP/Z-2)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved