Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) mengapresiasi keberhasilan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai sub holding upstream Pertamina menembus produksi migas 1 juta barel setara minyak per hari karena dinilai akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kinerja PHE saat ini menunjukkan sisi positifnya. Ini titik cerah. Secara bertahap, diharapkan bisa leading untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Ketua Umum AAKI Trubus Rahadiansyah, di Jakarta, Selasa (19/9).
Baca juga: Dua Tahun Subholding Hulu,PHE Capai Produksi 1 Juta BOEPD
Selain itu, lanjutnya, juga sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mewujudkan ketahanan energi.
Sebagai bagian dari BUMN, menurut dia, PHE diharapkan bisa mengemban amanat untuk menjadi lokomotif ekonomi Indonesia, serta mampu memberikan efek domino pada pertumbuhan ekonomi, pergerakan industri, dan daya beli masyarakat.
Oleh karena itu, Trubus menyatakan PHE bisa terus meningkatkan kinerja positif sehingga kontribusi terhadap perekonomian nasional akan semakin tinggi.
Dikatakannya peningkatan kinerja PHE juga dibarengi dengan upaya menjaga lingkungan yakni dengan mendorong penggunaan energi ramah lingkungan melalui transisi gas yang ramah lingkungan.
Selain itu, dalam menjalankan operasi, perusahaan juga menerapkan praktik industri hijau melalui enam pilar dekarbonisasi yaitu, energy demand & efficiency, gas recovery & asset integrity, low carbon power, low carbon heat, carbon capture storage (CCS) dan carbon capture utilization and storage (CCUS), serta offsetting melalui natural based solution.
Baca juga: Akselerasi Transisi Energi Bersih, PHE ONWJ Bangun PLTS di Cirebon
Terkait kinerja PHE selama dua tahun sebagai sub holding upstream Pertamina, menurut dia, sangat positif karena mampu memberikan kontribusi pertumbuhan produksi migas pada 2022 sebesar 7,89% berbanding 2021 serta laba bersih sebesar US$4,67 miliar pada 2022.
Selain itu, selama dua tahun PHE juga berhasil mencapai produksi melebihi satu juta BOEPD (barel minyak ekuivalen/setara minyak per hari) atau sebesar 1.047 MBOEPD.
Angka tersebut merupakan angka konsolidasi minyak dan gas dari 42 blok migas yang dikelola PHE per saat ini.
"Kontribusi nasional PHE juga semakin signifikan atas lifting minyak sebesar 67% dan lifting gas sebesar 31%," pungkas Trubus. (Ant/S-2)
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
PT Pertamina melalui anak usahanya, PGN Saka, melakukan eksplorasi di wilayah kerja Pangkah, Jawa Timur, dan berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi baru di sumur Sidayu 5.
Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa kembali menggelar Forum Improvement & Innovation Award (IIA) 2025 di Jakarta pada 3-5 November.
Operasi pengeboran sumur LLE-5ST di Lapangan Lima, yang berlokasi di area lepas pantai Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mampu menghasilkan 2.635 barel per hari.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha Pertamina, melakukan berbagai upaya teknis untuk menahan laju penurunan produksi migas (decline), terutama dari lapangan-lapangan utama.
Upaya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang agresif melakukan eksplorasi sumur migas diapresiasi. Itu bisa menjadi bekal ketahanan energi nasional.
Prospek investasi migas di Indonesia masih dalam kondisi cerah. Itu tergambar dari proyeksi permintaan migas dunia yang puncaknya akan terjadi pada 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved