Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mewaspadai dampak El Nino pada kondisi komoditas beras di dalam negeri. Sebab, kejadian musiman itu bakal mengganggu produksi beras nasional dan sulit untuk diprediksi.
“Neraca beras, ketahanan pangan kita baik-baik saja. Tapi tidak boleh juga terlalu PD (percaya diri) karena cuaca ini membuat komoditas menurun, air berkurang, dan cuaca tidak terprediksi,” ujarnya saat ditemui awak media di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Kamis (7/9).
Dari hasil kajian Kementerian Pertanian, kata Syahrul, El Nino berpotensi mengurangi kapasitas produksi beras nasional. Dalam skala sedang, El Nino dapat mengurangi produksi beras dalam negeri hingga 380 ribu ton. Sedangkan dalam skala kencang, El Nino bakal mengurangi produksi beras nasional hingga 1,2 juta ton.
Baca juga: Kemensos Ungkap Tidak Ada Anggaran Khusus untuk Penanganan El Nino
Berangkat dari kajian itu, Kementan mendorong ketahanan produktivitas dengan melakukan gerakan percepatan penanaman seluas 500 ribu hektare (Ha). Upaya itu sekaligus menjadi langkah antisipasi bila nantinya ada masalah dari sisi ketersediaan. “Mudah-mudahan itu berhasil. Itu diambil dari tiga wilayah, yakni merah, kuning, dan hijau,” kata Syahrul.
Wilayah pertanian merah ialah zona yang tidak memiliki air untuk melakukan penanaman. Kemudian wilayah pertanian kuning ialah zona yang memilki air untuk penanaman dengan sangat terbatas. Sedangkan wilayah pertanian hijau, yakni zona yang memiliki air melimpah untuk melakukan penanaman dan perlu diperkuat produksinya.
Baca juga: Menteri LHK Optimistis RI Bisa Kendalikan Kekeringan dan Karhutla Akibat El Nino
“Daerah hiaju yang ada mata air dan sungai itu yang akan kita booster. Kalau 500 Ha di-booster, kita bisa hasilkan 3 juta ton gabah, setara 1,5 juta beras,” terang Syahrul.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Pantau Gambut mengatakan kondisi 2025 masih menunjukkan pola rawan karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
FENOMENA alam El Nino yang sedang menyelimuti wilayah Provinsi Aceh sudah berlangsung sekitar tiga bulan.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melihat langsung dampak kerusakan yang diakibatkan bencana banjir di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Aceh, pada Minggu (14/12).
Disepakati target pemberian perlindungan asuransi kepada 6.222 hektare lahan sawah yang ditanam padi oleh para petani di Kalimantan Tengah.
SEIRING musim hujan tiba, petani padi sawah di kawasan Provinsi Aceh, kini mulai turun ke sawah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved