Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR dan impor Tiongkok kembali merosot pada Agustus. Ini karena negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut berjuang dengan lesunya permintaan global dan perlambatan yang lebih luas.
Namun laju kontraksi melambat dibandingkan bulan sebelumnya dan tidak seburuk yang dikhawatirkan. Pengiriman ke luar negeri merosot 8,8% dalam setahun, kata otoritas bea cukai, Kamis (7/9/2023), dibandingkan dengan penurunan 14,5% pada Juli. Impor juga turun 7,3% dari penurunan 12,4% sebelumnya.
Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News memperkirakan keduanya akan turun sebesar 9%. Terlepas dari pertumbuhan singkat pada Maret dan April, ekspor Tiongkok--yang telah lama menjadi kekuatan pendorong pertumbuhan--terus mengalami penurunan sejak Oktober.
Baca juga: Produksi Industri Jerman Turun lagi di Juli
Pada Juli, harga minyak turun ke level terendah sejak 2020, ketika permintaan global terpukul oleh pandemi covid-19. Ancaman resesi di Amerika Serikat dan Eropa ditambah dengan tingginya inflasi global berkontribusi terhadap melemahnya permintaan internasional terhadap produk-produk Tiongkok pada tahun ini.
Angka-angka perdagangan tersebut merupakan indikasi terbaru bahwa pemulihan Tiongkok pascacovid-19 kehabisan tenaga. Sebelumnya, Tiongkok menikmati lonjakan singkat karena para pejabat menghapuskan langkah-langkah nol covid-19 yang mematikan pertumbuhan pada akhir 2022.
Baca juga: Italia Nilai Kesepakatan Perdagangan Tiongkok tidak Penuhi Harapan
Satu laporan menunjukkan sektor jasa Tiongkok bulan lalu tumbuh jauh lebih lambat dari perkiraan menambah sentimen negatif pada minggu ini. Sektor properti masih dalam gejolak, dengan kegagalan pengembang besar menyelesaikan proyek perumahan, sehingga memicu protes dan boikot hipotek dari pembeli rumah. Pihak berwenang mendapat tekanan yang semakin besar untuk memperkenalkan stimulus baru setelah berbulan-bulan data melemah. (AFP/Z-2)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved