Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) menyepakati pejajakan potensi kerja sama pengembangan properti di kawasan berorientasi transit di wilayah DKI Jakarta. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin.
Terdapat lima kawasan yang siap untuk dikembangkan, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M—Sisingamangaraja, Istora—Senayang, dan Dukuh Atas. Radius 700 meter dari stasiun MRT Jakarta akan dikembangkan sesuai dengan delapan prinsip pembangunan transit-oriented development (TOD). Prinsip-prinsip itu antara lain fungsi campuran, kepadatan tinggi, peningkatan kualitas konektivitas, peningkatan kualitas hidup, keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, ketahanan infrastruktur, dan pembaruan ekonomi.
“Melalui nota kesepahaman ini, MRT Jakarta dan JakPro akan melakukan kajian secara komprehensif terkait rencana kerja sama pengembangan properti di kawasan berorientasi transit, termasuk pemetaan potensi yang akan dikerjasamakan,” jelas Tuhiyat dalam keterangan resmi seprti yang dikitip dari Antara.
Baca juga: Dukuh Atas Jadi Pionir TOD di Indonesia
Langkah selanjutnya, kata Tuhiyat, pihaknya akan melakukan nondisclosure agreement (NDA), focus group discussion (FGD), kajian-kajian yang diperlukan, hingga akhirnya ada perjanjian kerja sama. Nota kesepahaman MRT-Jakpro akan berlangsung hingga satu tahun ke depan.
“Kami mengapresiasi upaya sinergitas antarbadan usaha milik daerah DKI Jakarta. Ini akan menjadi pemicu semangat kolaborasi dengan seluruh pihak untuk pengembangan Jakarta serta penyediaan fasilitas yang nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga: Akan Dilewati 6 Moda Angkutan Umum, TOD Tanah Abang Dibangun Tahun Depan
Tata kota berbasis TOD dinilai akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan dan polusi udara, mendukung pejalan kaki, peningkatan akses kesempatan kerja dan ekonomi, hingga menciptakan peningkatan nilai properti.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempercepat pembangunan ekonomi di kawasan berorientasi transit (TOD) sekaligus untuk meningkatkan integrasi transportasi publik. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut pihaknya telah sebagian menjalankan TOD, mulai dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga Jakarta Selatan.
“Dengan begitu, konsep perencanaan kota terintegrasi dengan menggabungkan sistem transportasi, tempat tinggal, area komersial, ruang terbuka dan ruang publik di Ibu Kota bisa segera terwujud,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI M Taufik Zoelkifli meminta Pemprov DKI Jakarta mempercepat pengembangan TOD melalui pengembangan dan pengoperasian berbagai moda transportasi publik. "Pengembangan TOD ini seperti berjalan di tempat, sementara pengembangan transportasi publik terus dilakukan dengan mempercantik halte-halte bus TransJakarta," ujar Taufik.
Menurut Taufik, TOD memiliki prospek dan potensi yang besar dalam mendukung pengembangan perekonomian di daerah sekitarnya sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik massal untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.
Pengembangan TOD juga merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan swasta dalam penggunaan transportasi publik khususnya pekerja melalui pengintegrasian dengan kawasan bisnis. "TOD sebagai upaya efektif memaksimalkan penggunaan lahan di Jakarta yang memang terbatas dan mahal untuk berbagai penggunaan khususnya bisnis dan transportasi publik," jelasnya. (Ant/Z-10)
Fasilitas dalam pengembangan kawasan berorientasi transit di pusat Jakarta ini diharapkan memudahkan masyarakat berpindah antarmoda transportasi tanpa perlu keluar area.
Kawasan TOD dapat dijadikan wadah untuk mendukung interaksi sosial, gaya hidup sehat, ruang terbuka hijau dan fasilitas ramah pejalan kaki.
Pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadi fokus utama di kawasan Kota Tenjo.
Harga hunian yang semakin tinggi membuat akses ke rumah yang layak semakin sulit dijangkau, terutama bagi kalangan masyarakat menengah tanggung.
Urban sprawl adalah fenomena pertambahan luasan kota secara fisik ke daerah-daerah di sekitarnya secara tidak terstruktur dan acak.
Pemerintah berencana mengembangkan pembangunan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) Lebak Bulus dengan merevitalisasi rumah susun Pasar Jumat.
Kemenangan CitraLand City CPI di level Asia Pacific Region menempatkan proyek ini sejajar dengan pengembangan properti kelas dunia dari negara-negara maju.
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
Pertama kalinya sejak 1978, rumah legendaris keluarga Banks dari serial 'The Fresh Prince of Bel-Air' resmi masuk bursa properti.
Temukan daftar 30 perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan market cap 2026. Panduan lengkap bagi investor saham dan properti.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) memperluas portofolio bisnisnya ke segmen hunian tapak (landed housing) melalui akuisisi 99,9% saham PKSI senilai 174,8 miliar.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved