Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKONOMIAN global masih menunjukkan kondisi yang lemah. Ini dilihat dari angka PMI manufaktur global kontraksi yaitu di bawah level 50. Ini terutama berasal dari negara-negara Eropa di 42,7 dan Tiongkok di level 49,2, Amerika Serikat berada di level 49,0, Jepang pada posisi 49,6. Semua berada pada posisi kontraksi.
"Sedangkan PMI manufaktur Indonesia masih dalam posisi ekspansif dan bahkan cenderung menguat yaitu di level 53,3," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada Konferensi Pers APBN Kita, Jumat (11/8). Indonesia dan India merupakan dua negara yang memiliki ekonomi yang kuat dan tumbuh tinggi.
Sementara negara-negara di ASEAN maupun Asia yang selama ini cukup kuat, saat ini mereka juga sedang dalam posisi terimbas oleh perekonomian global yang lemah seperti Vietnam dengan PMI manufaktur di 48,7 dan Malaysia di level 47,8. Dilihat dari total negara yang disurvei untuk PMI manufaktur ini, sebanyak 72,7% negara-negara tersebut berada dalam aktivitas manufaktur yang kontraktif. Artinya perekonomian dunia dicirikan dengan mayoritas negara mengalami kondisi kegiatan manufaktur yang melambat.
Baca juga: Kinerja APBN 2023 hingga Juli Tumbuh 4,1%
Hanya 9,1% negara-negara yang level PMI manufakturnya berada di atas 50 atau ekspansi, tetapi trennya melambat. Kemudian hanya 18,2% negara-negara yang PMI manufakturnya ekspansi sekaligus menguat atau akseleratif. "Ini termasuk Indonesia (53,3), India (57,8), Filipina, dan Meksiko," kata Sri Mulyani.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan 5,17% menjadi negara yang memiliki kinerja ekonomi cukup baik dibandingkan berbagai negara-negara. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023 Tiongkok di 6,3%, Indonesia di 5,17%, Filipina di 4,3%, Vietnam di 4,1%, Meksiko di 3,7%, Amerika Serikat di 2,6%, dan negara-negara anggota G20 lain seperti Arab Saudi tumbuh ekonomimya sebesar 1,1%, Korea Selatan hanya tumbuh 0,9%, Singapura tumbuh 0,7%, Eropa tumbuh 0,6%.
Baca juga: Konsumsi Rumah Tangga Dorong Kinerja APBN
"Ini menggambarkan banyak negara yang masih berjuang untuk menjaga pemulihan ekonomi atau kinerja pertumbuhan ekonominya, dalam tren perlemahan yang sangat kuat dan Indonesia berada dalam posisi yang relatif baik," kata Sri Mulyani. (Z-2)
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan perekonomian Indonesia terus mempertahankan momentum positif.
Lembaga pemeringkat S&P Global menempatkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2025 di level 51,2, alias masih berada di zona ekspansi sejak Agustus 2025.
PENGAMAT Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda turut buka suara terkait PMI Manufaktur RI berdasarkan PMI S&P Global di level 51,2.
Aktivitas manufaktur Indonesia pada Oktober mencatat peningkatan ekspansi dengan PMI S&P Global di level 51,2 naik dari angka 50,4 bulan sebelumnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global tercatat naik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved