Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menunjukkan peningkatan pendapatan pada Semester I 2023 menjadi Rp6,4 triliun dibandingkan periode yang sama di 2022 sebesar Rp6,3 triliun.
Corporate Secretary Adhi Farid Budiyanto dalam keterbukaan informasi menuliskan bahwa kontribusi terbesar pendapatan Adhi yakni pada proyek infrastruktur yakni Jalan Tol Yogyakarta – Bawen, Jalan Tol Sigli – Banda Aceh, dan Jalan Tol Cisumdawu. Selain itu Adhi juga mencatatkan penurunan beban keuangan sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya setelah berhasil menurunkan tingkat rata-rata bunga pinjaman.
Dari sisi bottom line, Adhi menunjukkan peningkatan laba bersih sebesar 21% menjadi Rp 12,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adhi telah menurunkan utang usaha sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya sehingga total liabilitas Adhi berkurang Rp2,7 triliun atau menurun 8% menjadi Rp 30,4 triliun dari tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan komitmen Adhi untuk memenuhi kewajiban yang dimiliki. Sedangkan untuk ekuitas, ADHI menunjukkan peningkatan sebesar 47% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 8,9 triliun setelah pelaksanaan rights issue pada Oktober tahun lalu.
Rasio DER Interest Bearing Debt Adhi pun menunjukkan angka perbaikan dari tahun sebelumnya dari 1,91x menjadi 1,29x dan Total Liabilitas terhadap Ekuitas Adhi membaik dari 5,47x menjadi 3,41x.
Dalam mencapai target kinerja tahun ini, Adhi menerapkan operasional excellent untuk memaksimalkan produktivitas pada proyek-proyek on hand yang dimiliki, dimana sampai dengan Juni 2023, Adhi telah memperoleh kontrak baru Rp 14 triliun atau tumbuh sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu ADHI bersikap prudent dalam pemilihan setiap proyek baru dan disiplin cashflow dengan penerapan skema pendanaan yang sesuai dengan profil proyek.
Saat ini saham Adhi berada di level Rp458 per lembar. Trend bullish pada Adhi melambat. Posisi harga mulai mendekati support 446 dan berpotensi mengalami rebound terbatas dengan resisten di 478. (RO/E-1)
PERTUMBUHAN Surabaya sebagai pusat ekonomi dan kawasan urban utama di Jawa Timur menempatkan sektor konstruksi pada tekanan yang kian kompleks.
Kaltim serius dalam meningkatkan tata kelola konstruksi, meningkatkan kualitas pembinaan kontraktor, serta memperkuat pengawasan proyek strategis daerah.
Ketua MTKBTI Weni Maulina ingin agar para pelaku industri konstruksi bawah tanah tidak berjalan sendiri. MTKBTI menjadi ruang bersama untuk berdiskusi, mencari solusi, dan berkomunikasi.
PU Bangun secara aklamasi menetapkan Suko Widigdo sebagai Ketua Umum PU Bangun periode 2025-2028 menggantikan Mursyid.
Green Building Contractor Gathering memperkuat komitmen bersama menuju praktik konstruksi hijau di seluruh Indonesia.
TARIF impor baru untuk kayu, furnitur, dan lemari dapur yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku pada Selasa (14/10) waktu setempat.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved