Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat teknologi informasi penyatuan data pangan, mulai dari varietas hingga harga komoditas.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan penyatuan data itu akan memberi
informasi yang akurat sehingga dapat merespons dengan cepat persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan.
"Ini bisa menjadi basis dalam pengambilan kebijakan yang diperlukan dalam rantai pasok pangan kepada masyarakat," ujar Arief di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/7).
Baca juga: Bapanas Sebut Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Penyebab Naiknya Harga Bawang Putih
Di zaman yang penuh tantangan seperti sekarang, menurutnya, ketersediaan pangan bukan lagi
hanya program kementerian teknis saja. Kementerian/lembaga lain di luar Kemetnerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan juga memiliki tanggung jawab untuk turut serta menjaga pasokan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Oleh karena itu kami bekerja sama dengan BRIN. Kerja sama ini mencakup pengembangan artificial intelligence (AI), dan kerja sama terkait teknologi informasi khusus lainnya," tuturnya.
Baca juga: Reformasi Bantuan dan Subsidi Input Kunci Peningkatan Produktivitas Pangan
Adapun, Sejumlah program yang kini telah berjalan adalah penyusunan standar mutu beras dan vanila, kajian posisi Indonesia dalam forum Codex Internasional, pemberian rekomendasi teknis penerbitan Sertifikat Penerapan Penanganan yang Baik (SPPB PSAT), hingga pengembangan AI untuk peramalan harga pangan.
Ke depan, Arief berharap kolaborasi tersebut bisa berjalan baik dengan tindak lanjut rapat koordinasi bersama dinas urusan pangan kabupaten/kota se-Indonesia.
Pada kesempatan sama, Kepala BRIN Laksamana Tri Handoko menyatakan lembaganya siap mendukung Bapanas, khususnya dalam membuat kebijakan yang lebih saintis berbasis data karena kebijakan pangan yang tidak berbasis data dan angka bisa jadi masalah.
Data yang tidak akurat bisa menimbulkan masalah dan dampaknya bisa menimbulkan inflasi, kemudian berdampak tidak hanya kepada petani dan konsumen, tetapi semua dunia usaha pada umumnya.
"Indonesia membutuhkan data yang akurat. Semua lokasi menjadi penting untuk memastikan tidak hanya produksi, tetapi juga rantai pasok. Oleh karena itu, kita siap mendukung Pak Arief dan teman-teman di Bapanas," ucap Tri. (Ant/Z-11)
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terus menjadi perbincangan publik hingga di awal 2026.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Peneliti ungkap Suku Asli Amerika telah menyebarkan kentang liar melintasi wilayah Four Corners sejak 10.000 tahun silam, jauh sebelum era pertanian dimulai.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan Kalteng mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved