Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat teknologi informasi penyatuan data pangan, mulai dari varietas hingga harga komoditas.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan penyatuan data itu akan memberi
informasi yang akurat sehingga dapat merespons dengan cepat persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan.
"Ini bisa menjadi basis dalam pengambilan kebijakan yang diperlukan dalam rantai pasok pangan kepada masyarakat," ujar Arief di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/7).
Baca juga: Bapanas Sebut Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Penyebab Naiknya Harga Bawang Putih
Di zaman yang penuh tantangan seperti sekarang, menurutnya, ketersediaan pangan bukan lagi
hanya program kementerian teknis saja. Kementerian/lembaga lain di luar Kemetnerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan juga memiliki tanggung jawab untuk turut serta menjaga pasokan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Oleh karena itu kami bekerja sama dengan BRIN. Kerja sama ini mencakup pengembangan artificial intelligence (AI), dan kerja sama terkait teknologi informasi khusus lainnya," tuturnya.
Baca juga: Reformasi Bantuan dan Subsidi Input Kunci Peningkatan Produktivitas Pangan
Adapun, Sejumlah program yang kini telah berjalan adalah penyusunan standar mutu beras dan vanila, kajian posisi Indonesia dalam forum Codex Internasional, pemberian rekomendasi teknis penerbitan Sertifikat Penerapan Penanganan yang Baik (SPPB PSAT), hingga pengembangan AI untuk peramalan harga pangan.
Ke depan, Arief berharap kolaborasi tersebut bisa berjalan baik dengan tindak lanjut rapat koordinasi bersama dinas urusan pangan kabupaten/kota se-Indonesia.
Pada kesempatan sama, Kepala BRIN Laksamana Tri Handoko menyatakan lembaganya siap mendukung Bapanas, khususnya dalam membuat kebijakan yang lebih saintis berbasis data karena kebijakan pangan yang tidak berbasis data dan angka bisa jadi masalah.
Data yang tidak akurat bisa menimbulkan masalah dan dampaknya bisa menimbulkan inflasi, kemudian berdampak tidak hanya kepada petani dan konsumen, tetapi semua dunia usaha pada umumnya.
"Indonesia membutuhkan data yang akurat. Semua lokasi menjadi penting untuk memastikan tidak hanya produksi, tetapi juga rantai pasok. Oleh karena itu, kita siap mendukung Pak Arief dan teman-teman di Bapanas," ucap Tri. (Ant/Z-11)
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Keberhasilan ini kian lengkap dengan torehan sejarah pada cadangan beras pemerintah yang kini menyentuh level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar rapat terbatas (ratas) untuk merumuskan langkah pengendalian harga yang efektif.
Satgas Pangan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis nasional berada dalam kondisi aman
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman resmi menjabat juga sebagai Kepala Badan Pangan Nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved