Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini kondisi dunia sangat mengerikan. Puluhan negara di Eropa sudah masuk jurang resesi.
"Yang namanya Eropa, (saat ini) 20 negara di Eropa sudah masuk secara teknikal masuk ke jurang resesi, negara gede-gede," ujar Presiden Jokowi saat menghadiri acara 1 Dekade Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, Senin, (19/6).
Presiden Jokowi mencontohkan beberapa kondisi perekonomian di Eropa dalam kondisi buruk. Ia menyebut ada salah satu negara yang meningkatkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga mencapai 700%.
Baca juga: Ekonomi Jerman Alami Resesi Akibat Inflasi Tinggi
"Ada satu negara yang perdana menterinya baru ke sini, saya enggak sebut (nama negaranya) dari Eropa, (harga BBM) naik 700%. Kita (Indonesia) naik 10-20% demo enggak rampung-rampung, bayangkan kalau 700%," tuturnya.
Presiden mengaku bersyukur perekonomian Indonesia tidak dalam kondisi buruk. Tercatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,03% pada triwulan 1 2023 terhadap triwulan 1 2022.
"Inflasi kita juga berada di angka 4% artinya harga-harga bisa dikendalkan," bebernya.
Baca juga: Undangan Makan Siang Jokowi ke Prabowo Spontanitas
Namun, Presiden menyebut sejumlah pakar dan ahli terkait menyampaikan kondisi ketidakpastian global belum dapat dipulihkan 5 hingga 10 tahun ke depan. Hal ini meliputi krisis keuangan hingga pangan. "Oleh sebab itu jangan salah memilih pemimpin karena keadaan dunia tidak normal," terangnya. (Z-6)
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman menilai pemerintah gagal mengoptimalkan ruang fiskal di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Pengamat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah resesi, mengingat perkembangan secara triwulanan (q to q) juga tercatat minus 0,98%.
Resesi, Resesi ekonomi: Pelajari penyebab, dampak, dan cara menghadapinya. Panduan lengkap untuk memahami dinamika ekonomi yang penting.
KEBIJAKAN tarif resiprokal yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia, mendorong gejolak perekonomian.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved