Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEFISIT perdagangan Amerika Serikat (AS) makin bertambah pada April karena penurunan ekspor. Ini membuat kesenjangan terlebar sejak Oktober 2022, menurut data pemerintah yang dirilis pada Rabu (7/6).
Meskipun impor negara itu didorong oleh pembelanjaan konsumen yang kuat, analis memperkirakan tren ini juga akan melemah di masa mendatang. Kondisi pinjaman yang lebih ketat membebani investasi.
Antisipasinya yaitu perdagangan dapat membawa pertumbuhan negatif produk domestik bruto pada kuartal kedua tahun ini. Pada April, defisit perdagangan secara keseluruhan mencapai US$74,6 miliar, lebih besar daripada perkiraan sekitar US$14 miliar, menurut data Departemen Perdagangan.
Baca juga: Tekan Pemanasan Global, Investasi Efisiensi Energi Harus Naik Tiga Kali Lipat
Ekspor turun US$9,2 miliar menjadi US$249 miliar pada bulan tersebut. Impor naik tipis sebesar US$4,8 miliar menjadi US$323,6 miliar.
"Perdagangan luar negeri bersih sering dikesampingkan dalam diskusi tentang pertumbuhan PDB utama, tetapi itu telah menjadi faktor ayunan besar sejak covid-19," kata ekonom Pantheon Makroekonomi Ian Shepherdson dan Kieran Clancy dalam laporan baru-baru ini. Mereka menambahkan bahwa pelemahan dalam perdagangan luar negeri kemungkinan disertai dengan hambatan lebih lanjut dari komponen inventaris dan penurunan tajam dalam investasi pada peralatan bisnis membuat kemungkinan penurunan langsung dalam PDB utama.
Baca juga: Perekrutan Tenaga Kerja Amerika Serikat Melejit pada Mei
Penurunan ekspor tersebut dilatarbelakangi oleh penurunan nilai pengiriman barang, seperti minyak mentah dan bahan bakar minyak, serta beberapa barang konsumsi. Impor barang meningkat dengan dukungan dari kendaraan dan suku cadang mobil serta beberapa pasokan dan material industri.
Namun impor cenderung melemah dalam beberapa bulan ke depan, menurut ekonom Matthew Martin dari Oxford Economics dalam catatan baru-baru ini. Ia mengutip bahwa gabungan dari kekuatan konsumen yang menurun dan gelombang destocking oleh bisnis. Defisit barang AS dengan Tiongkok mencapai US$24,2 miliar pada April. (AFP/Z-2)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved