Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak perusahaan otomotif ternama dari Jepang, Daihatsu Motor Co Ltd untuk ikut program insentif mobil listrik di Tanah Air.
Agus menjelaskan pemerintah Indonesia telah meluncurkan program insentif untuk belanja mobil listrik sejak April lalu. Syaratnya, produsen kendaraan listrik harus memenuhi ketentuan minimal tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 40%.
“Kami berharap Daihatsu dapat ikut berpartisipasi, karena baru ada dua perusahaan yang eligible (memenuhi syarat) masuk dalam program ini,” ungkap Menperin dalam keterangannya saat melakukan pertemuan dengan Daihatsu Motor Co., Ltd di Tokyo, Jepang, Selasa (6/6).
Sampai saat ini baru dua mobil listrik yang berhak menerima insentif potongan pajak pertambahan nilai (PPN) 11% yakni Hyundai dan Wuling.
Agus menyampaikan dukungan bagi Daihatsu untuk dapat meningkatkan penggunaan komponen lokal dari Indonesia dalam produksinya, khususnya yang dihasilkan oleh industri kecil dan menengah (IKM).
Baca juga: 5 Kelebihan Pakai Kendaraan Listrik
“Komponen perusahaan Indonesia telah mampu memenuhi spesifikasi, standar, dan kualitas yang ditetapkan pabrikan Jepang,” ujarnya.
Menperin menambahkan sebagai upaya mendorong ekosistem kendaraan listrik, telah ditandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Dengan adanya peraturan itu, mewajibkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah untuk membelanjakan anggaran untuk kendaraan listrik. Sehingga, jelas Agus, ada kebutuhan besar terhadap kendaraan listrik di dalam negeri.
Baca juga: Indonesia Ajak Mazda dan Fuso Investasi Kendaraan Listrik
"Ada demand terhadap kendaraan listrik di Indonesia yang menjadi potensial untuk digarap oleh Daihatsu,” sebutnya.
Menanggapi penyataan Menperin, Chairman Daihatsu Motor Co., Ltd, Matsubayashi Sunao mengatakan pihaknya akan mengupayakan hadirnya kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Namun, sambungnya, perlu kerja keras untuk menyiapkan lini produksi yang sesuai dengan daya beli masyarakat Indonesia.
“Selain itu, Daihatsu belum memproduksi kendaraan listrik di Jepang. Rencananya tahun depan baru akan memulai produksi EV,” ujarnya. (Z-6)
Penjualan kendaraan elektrik di Indonesia pada 2025 melonjak pesat mencapai 175.144 unit, naik signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 103.228 unit.
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Anggota DPRD DKI Kevin Wu mendesak percepatan investigasi kebakaran di Teluk Gong yang menewaskan 5 orang.
BYD mengatakan penjualan mobil bertenaga baterainya meningkat hampir 28% menjadi 2,26 juta unit.
Tesla mengumumkan bahwa penjualan mobil listrik secara global pada 2025 turun sekitar 8,6% secara tahunan
Agus belum membuka secara rinci poin-poin usulan insentif tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved