Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR Tiongkok turun pada Mei untuk pertama kali sejak Februari. Ini mematahkan rekor pertumbuhan dua bulan karena rebound pascacovid-19 di ekonomi terbesar kedua dunia itu memudar.
Pengiriman luar negeri turun ke 7,5% pada bulan lalu. Ini penurunan tajam dari kenaikan 8,5% pada April. Demikian angka yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Xinhua, Rabu (7/6).
Impor turun 4,5% di Mei, menurut Xinhua. Prakiraan dalam survei oleh Bloomberg menunjukkan para ekonom memperkirakan ekspor turun 1,8% dan impor menyusut 8,0%.
Baca juga: Perekrutan Tenaga Kerja Amerika Serikat Melejit pada Mei
Meningkatnya inflasi global, ancaman resesi di tempat lain, dan ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat telah melemahkan permintaan produk Tiongkok.
Ekspor Tiongkok tumbuh pada Maret dan April. Ini menghentikan lima penurunan berturut-turut ketika produksi terganggu oleh penguncian dan penundaan di pelabuhan ketika pihak berwenang menegakkan kebijakan nol covid-19 yang ketat.
Baca juga: Pengangguran Brasil Sentuh Level Terendah Delapan Tahun pada April
Namun pemulihan itu telah kehilangan tenaga. Maklum, ekonomi terbebani sektor properti yang sarat utang, kepercayaan konsumen yang lemah, dan perlambatan ekonomi global. (AFP/Z-2)
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksiĀ empat kali lipat.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Jubir NPC Tiongkok Lou Qinjian tegaskan tak ada negara boleh dominasi urusan internasional. Simak poin penting sidang parlemen Tiongkok 2026 di sini.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved