Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS Utama Ekonomi Politik dari Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) Reyhan Noor menilai usulan defisit anggaran di kisaran 2,16% hingga 2,64% dari produk domestik bruto (PDB), setara Rp496,6 triliun hingga Rp610,9 triliun untuk tahun depan cukup moderat. Itu karena perekonomian Indonesia dan dunia memiliki prospek pemulihan ekonomi yang relatif lebih kuat.
"Angka tersebut cukup moderat dengan prospek pemulihan ekonomi yang akan terjadi pada tahun depan," ujar dia saat dihubungi, Selasa (30/5).
Berakhirnya proses politik melalui pemilihan umum (pemilu) yang lebih awal pada tahun 2023 dinilai dapat menjadi momentum bagi Indonesia dalam meningkatkan ketidakpastian terhadap kondisi makroekonomi domestik.
Baca juga: Defisit Anggaran 2024 Diusulkan Rp610 Triliun
Angka usulan defisit tahun depan diketahui lebih rendah dari proyeksi defisit anggaran tahun ini yang sebesar 2,84% dari PDB. Reyhan menilai, itu merupakan langkah positif yang disusun pemerintah berkaitan dengan pengelolaan utang ke depan.
Terutama pascapenanganan pandemi covid-19 yang membuat utang negara meningkat cukup signifikan. Reyhan berpandangan, pada masa akhir periode pemerintahan saat ini, pengelolaan anggaran perlu menjadi perhatian utama sehingga tidak memberikan peninggalan (legacy) yang terlalu berat bagi pemerintahan selanjutnya.
Baca juga: Penjelasan Sri Mulyani Soal APBN yang Selalu Defisit
"Oleh karena itu, upaya penyusutan ini merupakan langkah strategis untuk bisa memberikan peninggalan yang positif untuk keberlanjutan pembangunan Indonesia pada masa mendatang," tutur dia.
Kendati demikian, ketidakpastian di level global masih akan terus berlanjut apalagi dengan tambahan momentum politik yakni pemilu di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, dan Ukraina.
Dengan pengelolaan anggaran yang lebih pruden, kata Reyhan, pemerintah dapat mengambil momentum untuk meyakinkan investor bahwa ekonomi Indonesia terus menuju posisi yang lebih baik dan reformasi tersebut akan berlanjut pada masa yang akan datang. (Mir/Z-7)
MAYORITAS asumsi ekonomi makro dalam APBN 2024 meleset dari target awal. Karenanya pemerintah didorong untuk bisa melakukan perencanaan dan penyusunan anggaran lebih baik
APBN 2024 mengalokasikan Rp434,3 triliun untuk subsidi BBM, listrik, LPG, dan pupuk. Subsidi ini menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat, termasuk solar, pertalite, dan pupuk petan
Wamenkeu) III Anggito Abimanyu mengungkapkan penerimaan pajak sepanjang tahun lalu tidak mencapai target yang dipatok Rp1.988,9 triliun, pajak penghasilan (PPh) kontraksi
Sri Mulyani mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2024 mencatatkan defisit sebesar Rp507,8 triliun.
Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa hingga akhir Oktober 2024, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga dengan baik
Jargon ‘oke gas’ yang dikumandangkan Prabowo selama kampanye Pilpres 2024 harus dibuktikan dengan karya nyata.
Pelebaran defisit anggaran dalam revisi RAPBN 2026 berkonsekuensi pada penambahan utang yang signifikan.
Postur APBN tiap tahun terus tertekan karena dibebani utang jatuh tempo dalam jumlah besar.
Proyeksi hingga akhir tahun menunjukkan kebutuhan pembiayaan melalui utang mencapai Rp245 triliun–300 triliun, sehingga total utang pemerintah berpotensi menembus Rp9.400 triliun.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp599.440 miliar untuk pembayaran bunga utang 2026
UTANG pemerintah makin mencemaskan. Pada awal 2025 ini, total utang pemerintah pusat membengkak menjadi Rp8.909,14 triliun. Angka itu setara dengan 40,2% produk domestik bruto (PDB).
Utang negara adalah alat yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan dan merangsang perekonomian, tetapi juga membawa risiko jika dikelola dengan buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved