Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berpandangan penumpukan utang yang besar tidak membebani masyarakat kelas menengah. Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Riko Amir menuturkan utang akan dibayar oleh pemerintah melalui pemasukan dari kegiatan ekonomi, bukan langsung dari kantong masyarakat.
"Kalau utang kan yang membiayai bukan kita (masyarakat) secara langsung. Kan kelas menengah tidak diambil uangnya untuk bayar utang, tapi dari revenue yang dihasilkan dari produk domestik bruto kita," ujarnya dalam media gathering Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Serang, Banten, Kamis (26/9).
Kemenkeu mencatat posisi utang pemerintah per Agustus 2024 mencapai Rp8.461,93 triliun. Rasio utang pemerintah pada periode tersebut sebesar 38,49%, masih di bawah batas aman 60% sesuai Undang-Undang Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara.
Baca juga : Pengusaha Khawatir Utang Pemerintah di Era Prabowo Tembus Rp10 Ribu Triliun
Posisi utang tersebut lebih besar dibandingkan capaian di 2023 yang sebesar Rp8.191,20 triliun dengan rasio utang pemerintah mencapai 39,21%.
Sementara, di 2025 utang jatuh tempo pemerintah mencapai Rp800,33 triliun. Riko menegaskan pemerintah memiliki kemampuan untuk membayar utang negara.
"Kita masih punya kemampuan membayar utang jatuh tempo. Pembayaran itu tidak dicicil karena setiap utang jatuh tempo harus dibayar," imbuhnya.
Baca juga : Soal Utang, Ekonom Minta Pemerintah Jangan Serampangan
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menerangkan menghitung utang negara tidak sama dengan membagi secara rata jumlah utang pemerintah dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa. Artinya, pengelolaan utang pemerintah tidak ditanggung pelunasannya per kepala penduduk.
"Itu yang harus kita pertimbangkan, jangan kebablasan kita hanya melihat posisi utang itu bebannya dibagi rata oleh semua 270 juta penduduk di seluruh Indonesia," ucapnya.
Justru, kata dia, belanja-belanja pemerintah ditujukan untuk peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan untuk menopang kelas menengah dari program-program atau kebijakan pemerintah. Josua menyinggung soal program quick win atau program hasil terbaik cepat (PHTC) presiden terpilih Prabowo Subianto yang diharapkan dapat mendukung kelas menengah.
"Saya melihat program makan bergizi gratis itu ada kesempatan untuk bisa support yang kelas menengah. Belanja-belanja pemerintah memang diarahkan untuk peningkatan kualitas pendidikan, kualitas kesehatan dan lainnya," pungkasnya. (Z-9)
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menyoroti revisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings.
Lembaga pemeringkat utang global Fitch Ratings memangkas outlook atau proyeksi peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Rabu, 4 Maret 2026.
Pemerintah memutuskan belum menaikkan PPh 21 karyawan meski ada usulan dari IMF. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.
EKONOM Bright Institute Awalil Rizky menyoroti keterbukaan informasi keuangan negara. Rilis APBN Kita sepanjang 2025 tidak lagi menyajikan posisi utang pemerintah secara bulanan.
Esensi dari pengelolaan utang bukan pada besarnya rasio, melainkan pada sejauh mana utang tersebut mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.
Sampai kuartal II 2025 atau per akhir Juni 2025, utang pemerintah mencapai Rp9.138,05 triliun. Angka itu setara dengan 39,86% terhadap produk domestik bruto (PDB).
KETIDAKPASTIAN ekonomi global yang meningkat tajam dalam dua dekade terakhir dinilai mulai menggerus kepercayaan konsumen dan menekan kelas menengah Indonesia.
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Melambatnya pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mencerminkan adanya tekanan pada sisi pendapatan, khususnya yang dirasakan kelas menengah.
ASURANSI jiwa tradisional jangka panjang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia lanjut. Layanan ini juga diharapkan menjaga finansial berkelanjutan bagi keluarga.
Prioritas diri kelas menengah Indonesia juga bergeser dari Look Good menjadi Feel Good. Mereka tidak lagi mengejar validasi, melainkan ketenangan dan keseimbangan dalam hidup.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved