Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melihat secara umum kondisi likuiditas di perbankan lebih merata dibanding sebelumnya.
Sebelumnya uang atau dana pihak ketiga (DPK) cenderung berkumpul di bank Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4, yaitu perbankan dengan modal inti lebih dari Rp70 triliun.
"Sekarang bank KBMI 1 dan KBMI 2 tumbuhnya sudah lebih cepat dibandingkan sebelumnya, dan agak lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan Bank KBMI 3 dan KBMI 4. Artinya sudah ada penyebaran dana ke bank banyak yang relatif lebih kecil ukurannya. Artinya masyarakat sudah lebih yakin dengan kondisi perbankan Indonesia," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers, Jumat (26/5).
Dengan kata lain, kata Purbaya, kondisi likuiditas bisa dikatakan aman di seluruh level KBMI.
Terkait simpanan jumbo, kata Purbaya, dari data, pertumbuhan simpanan di atas Rp 5 miliar masih cukup kuat. Alasannya yaitu pertama perusahaan mendapatkan keuntungan besar atau ekspansi yang tumbuh. Alasan kedua, banyak orang semakin kaya.
"Ini menunjukkan bahwa orang Indonesia masih cukup mengalami peningkatan kemakmuran atau pemerataan pertumbuhan DPK di masyarakat," kata Purbaya. (Try/E-1)
LEMBAGA Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan kinerja responsif dalam menangani hak nasabah perbankan.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CIMB Niaga Finance mempertegas komitmennya dalam memperluas literasi keuangan
Festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
HMJ Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar gelar seminar internasional bertema sinergi pemangku kepentingan untuk memperkuat ekonomi syariah yang tangguh dan berkelanjutan.
Di balik peran pentingnya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menyimpan sisi personal yang menarik.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Pertumbuhan ini menempatkan BEI sebagai salah satu bursa dengan likuiditas tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
PT Bank Tabungan Negara (BTN) optimistis penempatan dana Rp25 triliun dari pemerintah akan sepenuhnya tersalurkan paling lambat pada Desember 2025.
Untuk mendorong sisi permintaan, lanjut Airlangga, pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi melalui melalui deregulasi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi nasional bisa tembus 8% jika digerakkan bersama oleh mesin negara dan swasta.
Rencana pemerintah menyalurkan dana Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan berpotensi menghadirkan risiko baru. Meski langkah ini dapat memperkuat likuiditas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved