Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menginginkan harga-harga kebutuhan pokok dibeberapa wilayah, khususnya wilayah timur Indonesia alami kenaikan setelah Lebaran.
Ia mengungkapkan, naiknya kebutuhan pokok tersebut untuk membantu para petani maupun peternak yang alami kerugian saat Ramadan hingga Lebaran.
"Cabai malah murah, justru kalau bisa agak naik deh. Di luar daerah cabai Rp30 ribu, Rp25 ribu (per kilogram). Di Papua aja Rp20 ribu, Makassar Rp25 ribu. Kalau bisa cabai itu Rp40 ribu,” kata Mendag di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/5).
Baca juga: Dua Menteri Utama Saudi Jamu Mendag di Jeddah
Selain harga cabai yang murah, kata dia, harga telur ayam di Makassar juga masih terlalu rendah. Tentunya, hal tersebut dapat berakibat pada meruginya pedagang dan juga peternak.
"Telur kemarin saya ke Makassar Rp25 ribu per kg, rugi. Kalau bisa telur di Makassar Rp29 ribu. Kalau Rp29 ribu, peternak petelur masih untung. Kalau Rp26 ribu, dia beli Rp24 ribu, rugi itu,” ujarnya.
Baca juga: Kemendag Rilis Harga Referensi CPO Periode 16-30 April 2023
Sedangkan, terkait dengan harga ayam yang masih mahal di sejumlah daerah, Mendag menilai peningkatan harga tersebut sangat wajar mengingat harga jual selama Ramadan yang terlalu rendah.
Selain itu, Zulkifli mengatakan, terbatasnya akses distribusi pada momentum arus balik Lebaran juga turut menjadi pemicu naiknya harga ayam di pasaran.
“Pasar-pasar kan kalau hari kedua Lebaran enggak ada yang dagang. Kedua, truk mamin (makanan dan minuman) kan tidak boleh lewat juga, kalau tidak macet. Jadi hanya roda empat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Zulkifli tetap bersyukur dapat melewati momentum Lebaran dengan persediaan dan harga bahan pokok yang terkendali bahkan beberapa diantaranya cenderung turun.
Pencapaian tersebut, tentunya tidak terlepas dari koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Satgas Pangan dan Badan Pangan Nasional yang senantiasa memantau pergerakan harga pangan dan melakukan sejumlah intervensi pasar sehingga mampu menjaga inflasi April tetap rendah.
“Ini semua kita syukuri, ini kerja sama antar semua pihak di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, Presiden kita, semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kita ucapkan terima kasih,” kata Zulkifli lagi. (Z-10)
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Stok beras dinyatakan aman menjelang Tahun Baru bahkan sampai Lebaran
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dapat meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional.
EKS Sekjen Kemenhut era Zulkifli Hasan, Hadi Daryanto, mengatakan pelepasan kawasan hutan seluas 1,6 juta hektar di era Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Zulhas) merupakan murni tata ruang.
Ia pun berharap masyarakat tidak mudah lupa dan tetap kritis dalam menilai perilaku pejabat publik, terutama menjelang kontestasi politik pada 2029 mendatang.
KETUA Komisi Reformasi Polri sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mendatangi rumah dinas Zulkifli Hasan atau Zulhas yang juga ketua umum PAN
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Penyaluran paket OPM ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok termasuk cabai menjelang hari besar keagamaan.
Satgas Pangan Polri melakukan pemantauan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan ritel di
Bupati Dairi Vickner Sinaga menegaskan bahwa penyelenggaraan pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat dalam upaya menekan laju inflasi.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Ajbar Abdul Kadir mendukung langkah Presiden RI Prabowo Subianto memastikan tidak terjadi lonjakan harga pangan di awal bulan Ramadan.
Jumlah pengunjung di pasar tradisional ini melonjak dua kali lipat dibandingkan hari biasanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved