Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKA inflasi mulai turun datang dari Australia, dari 7,4%, menjadi 6,8%. Penurunan terjadi secara konsisten dalam beberapa bulan terakhir.
Inflasi di Australia sebelumnya tercatat hampir tidak bisa dikendalikan. Namun melambatnya pelonggaran biaya konstruksi perumahan telah memberi angin segar bagi inflasi. Imbal hasil obligasi Australia juga mendapat sentimen positif dengan mengalami penurunan.
"Kami melihat Bank Sentral Australia masih akan menahan tingkat suku bunga, karena inflasi relatif terkendali. Mereka tampaknya akan mengambil jeds untuk mengamati situasi saat ini," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Kamis (30/3).
Baca juga: Inflasi Amerika Serikat masih Tinggi, Rupiah Melemah
Data inflasi ini merupakan kepingan terakhir, menjadi penting sebelum pertemuan Bank Sentral Australia. Penurunan inflasi juga telah melambatkan uang tunai sebesar 3,6% karena belanja konsumen juga melambat. Namun harga bahan bakar naik hingga 5,6%.
Sejauh ini data ekonomi yang ada memberikan gambaran perekonomian Australia mampu bertahan di tengah tekanan kenaikan tingkat suku bunga, inflasi dunia, dan gejolak di pasar keuangan. Namun, perekonomian Australia kehilangan momentum pemulihan sejak 2022 kemarin.
Baca juga: Rupiah Turun setelah Rilis Data Inflasi AS
Dengan inflasi yang turun, pasar meyakini pertemuan Bank Sentral Australia akan mengatakan bahwa tingkat suku bunga tidak berubah.
Meskipun inflasi beranjak turun, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengatakan akan mengirimkan anggaran pada bulan Mei, yang akan mampu menekan inflasi untuk menghindari kenaikan inflasi di masa mendatang.
Bagi Chalmers, ini merupakan tanda yang mengembirakan karena inflasi mulai turun dan tekanan biaya hidup akan menjadi fokus utama rencana selanjutnya.
"Meski ekspektasi akan harapan hadir di pasar, namun pelaku pasar tetap waspada karena Bank Sentral Australia belum berhasil menjaga jaga jarak terhadap inflasi, sehingga semua berpotensi untuk berubah," kata Nico. (Z-10)
Mengusung semangat kolaborasi budaya, ajang ini menjadi panggung bagi keragaman cita rasa Australia untuk bersanding harmonis dengan kekayaan kuliner Indonesia.
Tony Mokbel, gembong narkoba legendaris Australia, resmi bebas setelah jaksa membatalkan persidangan ulang. Kasusnya runtuh akibat skandal pengkhianatan pengacara.
Beasiswa Australia Awards ditujukan bagi warga negara Indonesia yang ingin menempuh studi jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) di berbagai universitas terkemuka di Australia.
Fokus utama dinamika atmosfer saat ini tertuju pada pemantauan Bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia bagian utara
Peneliti Australia berhasil mengembangkan obat STC3141 yang terbukti efektif meredakan sepsis dan mencegah kegagalan organ. Harapan baru bagi jutaan pasien dunia.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved