Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VI DPR RI Amin AK menilai industri semen Indonesia harus mampu bersaing di pasar global. Hal itu agar tidak terjadi kelebihan pasokan di dalam negeri.
Di sisi lain, ia menilai industri tersebut saat ini semakin vital karena sudah menjadi kebutuhan pokok, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan properti. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan hunian maupun infrastruktur, kebutuhan semen pun terus meningkat.
Karena itu, industri semen harus mampu menjawab dua isu penting ke depan, yaitu isu keberlanjutan dan isu lingkungan.
Baca juga: Semen Indonesia Catat Kinerja Positif Di Tengah Kontraksi Pasar
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak dalam keterangan tertulis dalam sosialisasi BUMN Sektor Konstruksi bertemakan ‘Membangun Indonesia Berkelanjutan yang Aman dan Ramah Lingkungan’ di Jember, Jawa Timur, Jumat (24/3/2023).
Industri Semen Diminta Peduli Lingkungan
Sejumlah isu yang harus mampu dijawab oleh industri semen, menurut Amin, antara lain adalah jejak emisi yang dihasilkan dari proses produksi semen. Baik emisi dari penggunaan bahan bakar saat pengolahan maupun emisi debu yang terbuang ke udara.
Baca juga: Energi Ramah Lingkungan Sangat Dibutuhkan Industri Semen
Selain itu Industri semen juga dituntut untuk mampu mengelola lahan tambang dimana mereka mengambil bahan baku semen, terutama dari sisi ekologis seperti keberlanjutan air tanah di kawasan tambang maupun penghijauan kembali lahan bekas tambang.
Amin mengapresiasi sejumlah inovasi dan teknologi yang dikembangkan PT Semen Indonesia (SIG) yang dulu bernama Semen Gresik dalam menjawab isu keberlanjutan dan lingkungan. SIG berinovasi memproduksi semen ramah lingkungan rendah jejak emisi guna mendukung target mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 mendatang.
SIG Diminta Jawab Tantangan EBT
Wakil rakyat dari Dapil Jatim IV itu meminta SIG terus berinovasi menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks. Berbagai inisiatif yang dilakukan SIG, antara lain penggunaan energi baru terbarukan (EBT) seperti panel surya dan energi biomassa dari limbah industri kayu dan perkebunan.
Baca juga: Rajai Semen Nasional, SIG Produksi 52,6 Juta Ton Per Tahun
Amin juga meminta SIG meningkatkan dan memperluas sejumlah inisiatif keberlanjutan seperti pengurangan konsumsi air tanah, pengelolaan limbah dan sampah untuk diubah menjadi energi alternatif, dan pengurangan emisi konvensional dan CO2.
SIG juga harus memperluas program konservasi sumber daya alam dengan melibatkan masyarakat sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program-program semacam itu, bukan hanya bisa menjawab isu lingkungan dan keberlanjutan, namun juga menjadi syarat penting agar Semen Indonesia bisa masuk ke pasar Eropa, Amerika, dan China,” kata politikus Fraksi PKS itu.
Lebih lanjut, Amin mengatakan, pasar ekspor menjadi penting mengingat penyerapan semen di dalam negeri baru 50 persen dari total kapasitas produksi terpasang.
Saat ini total produksi nasional mencapai 120 juta ton per tahun, sedangkan konsumsi semen dalam negeri baru mencapai 60 juta ton per tahun. Dari total 120 juta ton tersebut, tahun 2022 lalu Semen Indonesia memproduksi 56,2 juta ton atau hampir separuhnya.
Baca juga: Semen Indonesia Berkontribusi Dalam Pembangunan Infrastruktur
Khusus untuk daerah Jember dan sekitarnya, Amin menyoroti munculnya produk semen milik asing merk ‘Singa Merah’.
Produsen semen Singa Merah sangat massif memasarkan produknya ke masyarakat. Dan masyarakat banyak yang beralih mengkonsumsi Singa Merah karena harganya relatif lebih murah.
“Ini menjadi tantangan bagi industri semen nasional di tengah kelebihan pasokan semen hingga 100 persen dari serapan pasar domestik saat ini,” ungkapnya.
Pembanguan Infrastruktur Berkualitas Tinggi
Pembangunan infrastruktur, lanjut Amin, tak hanya soal konstruksi. Namun bagaimana sebuah konstruksi dapat bertahan dan bernilai tinggi dalam jangka Panjang. Selain itu, produk semen harus bersifat ramah lingkungan untuk mengurangi dampak pemanasan global.
Karena itu, Amin pun mengapresiasi sejumlah inovasi produk ramah lingkungan yang dihasilkan PT SIG. Di antaranya produk beton yang ramah lingkungan seperti ThruCrete (beton berpori), LocooCrete (beton rendah emisi karbon), dan DekoCrete (beton dekoratif) dengan menggunakan semen ramah lingkungan pada revitalisasi trotoar dan area perkerasan lainnya. SIG juga memiliki produk semen curah non-OPC (ordinary Portland cement) dan semen Hidraulis yang ramah lingkungan karena rendah emisi karbon.
Baca juga: Optimalkan Fasilitas Produksi dan Jaringan Distribusi, SIG Perkuat Dominasi Industri Semen Nasional
“Saya berharap BUMN Semen mampu terus memproduksi produk berkualitas tinggi agar konstruksi dan properti yang dibangun negara dan rakyat bertahan lama atau awet. Ini bagian dari upaya penghematan nasional”, pungkas Amin. (RO/S-4)
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
Sejumlah proyek percontohan microgrid terintegrasi berbasis PLTS disiapkan untuk area yang membutuhkan pasokan listrik besar tetapi masih terkendala akses jaringan listrik.
Tantangan terbesar freelancer saat ini bukan sekadar soal keahlian teknis, melainkan kemampuan beradaptasi.
AI telah berevolusi dari teknologi pendukung menjadi fondasi strategis dalam membangun daya saing brand.
PT Semen Indonesia (SIG) menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
SIG bersama TKPP telah berkolaborasi dalam proyek pengembangan perumahan di Bekasi, Jawa Barat, yang telah dimulai sejak September 2024.
Saat ini, sudah tiga BUMN yang berkolaborasi untuk program 3 juta rumah, yakni PT Semen Indonesia (SIG), PT Bank Tabungan Negara (BTN), dan Perumnas.
SIG menjalankan praktik bisnis terbaik berbasis ESG untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan dan mengoptimalkan peluang yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
PT Semen Indonesia (SIG) dan PT Pertamina Lubricants berhasil mengembangkan pelumas open gear atau roda gigi terbuka dalam negeri pertama di Indonesia.
Di tengah isu perubahan iklim yang mengakibatkan cuaca ekstrem, SIG berinovasi untuk menjalankan operasional yang ramah lingkungan melalui production excellence.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved