Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
STUDI Global Talent Trends (GTT Study) 2023 yang dirilis lembaga layanan SDM, Mercer, menunjukkan, para pengusaha di Indonesia (45%) diketahui memberlakukan karyawannya jauh lebih baik dibanding perusahaan lain di Asia (39%) terkait pertimbangan beban kerja dengan kesejahteraan bagi karyawannya.
Contohnya, memperkenalkan sistem hari-tanpa-rapat kepada para karyawan, jadi tidak setiap hari karyawan harus mengadakan rapat. Namun perusahaan di Indonesia tertinggal dari Asia dalam hal lain seperti menjadikan isu kesehatan mental bukanlah aib atau memalukan dan mendorong perawatan diri (36% vs 40%) serta menyediakan layanan kesehatan mental virtual saat diperlukan (14% vs 26%).
Studi GTT tahun lalu menemukan, 8 dari 10 karyawan berisiko mengalami burnout. Sehingga, tahun ini, 96% perusahaan di Indonesia (versus rata-rata 90% di Asia) mengambil langkah menciptakan lingkungan kerja yang mementingkan pribadi tiap individu.
Baca juga : OJK Optimistis Asean akan Menjadi Episentrum Pertumbuhan Ekonomi
Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan membangun budaya kerja yang mengajak karyawannya untuk menjadi diri sendiri (62%), berinvestasi dalam berbagai pelatihan supaya dapat berkolaborasi secara efektif (51%), dan menata ulang pekerjaan serta proses kerja yang mempertimbangkan kesejahteraan karyawan (49%), dan masih banyak lagi.
Pada waktu yang sama, banyak perusahaan juga memprioritaskan transformasi kantornya pascapandemi Covid-19. Para pemimpin HR di Indonesia juga menghadapi keprihatinan tersendiri dalam menyeimbangkan rencana transformasi dengan pola pikir untuk bertahan hidup (57% vs 45% rata-rata Asia) dan mewujudkan transformasi dengan anggaran yang ada (37% vs 26% rata-rata Asia).
Baca juga : Meski Dibayangi Tantangan Global, IFG Optimistis Industri Asuransi Dalam Negeri Bisa Terus Bertumbuh
Director of Career Services Mercer Indonesia Isdar Andre Marwan mengatakan, perusahaan-perusahaan di Indonesia telah memberikan peluang bagi para karyawan untuk berkembang. Mereka berusaha menciptakan dan mengoptimalkan lingkungan kerja yang ideal.
"Hal ini perlu dilakukan secara terus menerus supaya dapat terbangun momentum kuat dalam menciptakan tenaga kerja yang aktif terlibat pada setiap kegiatan di perusahaan dan mereka menjadi terampil," katanya.
Isdar mengatakan, perusahaan dapat menerapkan lebih banyak strategi dan memberikan pengaturan kerja yang lebih fleksibel. Hal itu sejalan dengan ekspektasi karyawan, di mana 7 dari 10 karyawan di Asia berpendapat bahwa keuntungan dapat bekerja jarak jauh atau hybrid menjadi aspek penting bagi mereka saat menerima tawaran kerja (2022).
Namun, hanya 31% perusahaan di Indonesia yang mengatakan bahwa mereka menawarkan pilihan fleksibilitas kerja bagi para karyawannya. Angka ini lebih rendah dari rata-rata koresponden global (56%). Lebih jauh lagi, 43% di antaranya tidak berencana untuk memberikan penawaran tersebut ke depannya.
"Karyawan ingin bekerja dalam kemitraan, menawarkan fleksibilitas dalam bekerja dan imbalan yang berkelanjutan," ujar Isdar.
Meski demikian, para pemimpin HR dari 76 perusahaan responden di Indonesia mengatakan bahwa mereka berniat untuk merancang proses perekrutan, promosi dan manajemen talenta berdasarkan keahlian (62%), meningkatkan pengalaman karyawan sebagai modal kerja utama mereka (59%), memperbaiki program kerja terkait tenaga kerja (57%), dan mengatur ulang tanggung jawab karyawan demi memperdalam keahlian mereka (57%) di tahun ini.
Laporan GTT mengungkap cara organisasi dalam menata ulang pekerjaan dan tempat kerja mereka, khususnya dengan mengaitkan faktor sosiopolitik dan ekonomi saat ini. Hal ini juga termasuk mengidentifikasi tren terkait keterampilan para pekerjanya supaya institusi mereka dapat berkembang di masa yang akan datang. Temuan GTT tahun termasuk cakupan soal kebutuhan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam hal pengembangan institusi berbasis keterampilan.
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Pemprov DKI Jakarta tegas tindak perusahaan pelanggar THR 2026. Sanksi mulai teguran tertulis hingga pembekuan usaha. Cek cara lapor di Posko THR di sini!
DALAM rangka memperkuat penetrasi pasar dan memaksimalkan potensi pembiayaan di wilayah Jawa Barat, PT Shinhan Indo Finance (SIF) mengoptimalkan kembali operasional Kantor Cabang Bandung.
Dalam rancangan awal, kewajiban ini akan menyasar perusahaan dengan skala besar, yakni yang memiliki jumlah karyawan minimal 2.000 orang.
Melalui sistem Unified User, hambatan administrasi dalam proses rekrutmen diminimalisir.
MEREK perawatan kulit asal Korea Selatan, Innisfree, menutup seluruh gerai fisiknya di Indonesia. Perusahaan tetap melayani konsumen melalui penguatan kanal digital dan retailer resmi.
Melalui platform seperti YouTube dan Instagram, Endar Yuliwanto tidak hanya membagikan rutinitas harian seorang pegawai, tetapi juga membedah perspektif mendalam mengenai kewirausahaan.
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menyoroti isu kelangkaan BBM di SPBU swasta dan kabar dirumahkannya sebagian karyawan.
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti program pelatihan IWIP dan WBN.
Deloitte Global Human Capital Trends Survey (2025) mengungkap lebih dari dua pertiga (66,6%) pekerja merasa sistem evaluasi kinerja mereka tidak adil dan kurang setara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved