Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Utama BRI Sunarso menargetkan di tahun 2025, pihaknya akan menyalurkan 85% kreditnya untuk sektor UMKM. Hal ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk mengembangkan bisnis UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi.
"Kalau portofolio kredit terhadap UMKM di BRI sendiri sudah 84% dari total portofolio kredit. Jadi BRI hanya memberikan kredit pada segmen wholesale tidak lebih dari 16% saja. Di 2025 kita ingin porsi portofolio kredit untuk UMKM mencapai 85%," ungkapnya dalam acara BRI Microfinance Outlook 2023, Kamis (26/1).
Lebih lanjut, Sunarso menambahkan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia, bukan hanya soal ekonomi tapi juga membuka lapangan pekerjaan. "Berkali-kali saya bilang, tugas negara itu menyejahterakan rakyat, salah satu hal paling mudah ialah memberi pekerjaan dan ini yang dilakukan oleh UMKM. Makanya negara harus menyejahterakan UMKM," lanjut Sunarso.
Menurutnya, selama 10 tahun terakhir, postur UMKM dalam ekonomi Indonesia tidak berubah. Sebanyak 99% pelaku usaha di Indonesia itu merupakan pelaku UMKM, konglomerasi hanya 0,01% dan usaha menengah hanya 0,09%.
Kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia dikatakan mencapai 62,55% dan 97,22% tenaga kerja di Indonesia dipekerjakan di sektor UMKM.
Hal yang menggembirakan, dari riset BRI pada kuartal IV 2022 menunjukkan bahwa telah terjadi kenaikan bisnis UMKM di semua sektor yang disebabkan oleh kinerja ekonomi yang semakin baik dan diikuti daya beli masyarakat yang semakin pulih.
"Indeks bisnis UMKM naik dari 103,2 menjadi 105,9. Ini menunjukkan bisnis UMKM semakin membaik. Kemudian, indeks ekspektasi UMKM untuk satu kuartal ke depan, naik juga dari 126 menjadi 130. Ini mengukur bahwa persepsi UMKM terhadap kondisi ekonomi 3 bulan ke depan akan membaik dan mereka makin optimis. Kemudian, terakhir ada indeks kepercayaan UMKM kepada pemerintah juga naik dari 127 menjadi 138," pungkasnya. (OL-12)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved