Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan skala usaha dan kualitas produknya harus konsisten agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Pemanfaatan kearifan lokal dan budaya diharapkan dapat memperkuat daya saing.
"Perkembangan sektor usaha mikro terus menggeliat beberapa tahun terakhir. Namun upaya untuk meningkatkan skala usaha itu menjadi lebih luas lagi harus konsisten dilakukan agar mengakselerasi pertumbuhan sektor UMKM nasional," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/1).
Catatan Kementerian Koperasi dan UMKM menyebutkan meski struktur ekonomi Indonesia masih didominasi usaha mikro sekitar 96%, UMKM yang telah masuk industri baru sebanyak 6%-7% dari keseluruhan. Sedangkan, UMKM yang sudah masuk rantai pasok global baru 4,1%.
Catatan tersebut, menurut Lestari, menunjukkan masih banyak upaya yang harus dilakukan agar sektor usaha mikro yang dominan mampu tumbuh dan berkembang menuju skala usaha yang lebih luas. Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, masih banyak keunikan yang dimiliki Indonesia dari sisi desain dan jenis produk yang bisa menjadi nilai tambah dari usaha mikro agar bisa bersaing dengan produk-produk mancanegara.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah mendorong agar peningkatan kapasitas usaha dan keterampilan para pengusaha mikro harus dilakukan secara berkesinambungan. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai peluang untuk mendorong sektor UMKM berkembang dan berkontribusi lebih signifikan dalam perekonomian nasional masih terbuka lebar.
Itu karena, ujar Rerie, Indonesia memiliki sumber budaya dan kearifan lokal yang sangat kaya dan tersebar di berbagai daerah di nusantara. Berbagai usaha mikro tersebut, jelas dia, bisa memanfaatkan dan mengembangkan kearifan lokal dan budaya yang berkembang di daerahnya sebagai salah satu daya tarik produk yang akan dipasarkannya.
Dalam upaya pengembangan sektor UMKM di Tanah Air, tegas Rerie, penguatan kearifan lokal dan budaya anak bangsa penting untuk terus dikembangkan secara sistematis. Dengan demikian, tambahnya, peran nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tidak hanya memperkuat karakter dan nasionalisme anak bangsa tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (OL-14)
mendukung gagasan agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dikembangkan dan dikuatkan untuk menghidupkan perekonomian rakyat yang riil.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
BGN menegaskan dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh bergantung pada sedikit supplier. UMKM, petani, peternak, dan nelayan lokal wajib dilibatkan sebagai pemasok.
Seluruh tenant UMKM bersama penyelenggara memastikan kualitas serta higienitas makanan dan minuman melalui pengawasan berkala.
Ia kini sukses membesarkan Reihani Tenun Batik Batak Melayu sebagai salah satu ikon UMKM di Sumatra Utara.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan peran strategis Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dalam meningkatkan kualitas SDM.
Lestari Moerdijat: Nilai-Nilai Perjuangan RA Kartini Tetap Relevan hingga Saat Ini.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dorong distribusi guru kompeten dan insentif tepat di wilayah 3T untuk wujudkan pemerataan pendidikan nasional di tahun 2026.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendesak pemerintah antisipasi kenaikan jumlah penyandang disabilitas melalui layanan publik dan puskesmas ramah disabilitas.
Upaya membangun sumber daya manusia (SDM) nasional yang berdaya saing tak akan pernah tuntas selama akses pendidikan anak usia dini (PAUD) masih timpang.
Langkah penambahan keterampilan baru pada peserta didik harus konsisten direalisasikan sebagai bagian dari sistem pendidikan yang adaptif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved