Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) menerbitkan instrumen operasi moneter (OM) valas yang baru untuk mendorong penempatan devisa hasil ekspor (DHE), khususnya dari sumber daya alam (SDA), di dalam negeri oleh bank dan eksportir. Ini penting dalam memperkuat stabilisasi, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah dan pemulihan ekonomi nasional.
Instrumen OM valas tersebut dilakukan dengan imbal hasil yang kompetitif berdasarkan mekanisme pasar yang transparan disertai dengan pemberian insentif kepada bank. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah tersebut dilakukan agar valas hasil devisa ekspor dari para eksportir bisa ditempatkan semakin lama di perbankan dan ekonomi dalam negeri.
"Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya sebagian besar devisa hasil ekspor SDA sumber daya alam itu telah masuk di dalam negeri. Masalahnya, bagaimana ini bisa stay atau berada di dalam negeri lebih lama? Oleh karena itu BI menerbitkan instrumen operasi moneter (OM) valas yang baru," kata Perry Warjiyo, Kamis (22/12).
Mekanismenya, eksportir menyimpan dana di perbankan. Lalu perbankan bisa meneruskannya kepada Bank Indonesia dengan mekanisme pasar dan suku bunga imbal hasil yang menarik. "Dengan demikian DHE yang sudah masuk ini bisa lebih lama di dalam negeri, yaitu 1 bulan dan 3 bulan," kata Perry.
Eksportir akan ditawarkan imbal hasil yang lebih menarik daripada yang didapatkan di luar negeri. Perbankan juga akan mendapatkan insentif untuk bisa meneruskan DHE yang disimpan oleh para eksportir kepada Bank Indonesia.
Sebagian besar DHE dari SDA, Perry katakan sudah masuk perbankan dalam negeri. Yang perlu didorong dari instrumen baru yang dikeluarkan oleh BI yakni DHE yang masuk bisa terus disimpan di dalam negeri. "Kami meyakini ini akan meningkatkan pasokan valas di dalam negeri dan mendukung stabilitas makroekonomi, mendukung pemulihan ekonomi nasional, karena perbankan juga kemudian likuiditasnya akan tambah baik, dan stabilitas nilai tukar rupiah," kata Perry. (OL-14)
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Industri Hasil Tembakau (IHT) nasional menunjukkan kinerja ekspor yang melonjak signifikan dari tahun ke tahun.
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2025 berada di angka US$150,7 miliar.
PEMERINTAH Indonesia sepakat untuk melakukan ekspor listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) ke Singapura, sebagai bagian dari tiga kerja sama investasi hijau antara kedua negara.
Pelajari seluk-beluk devisa negara, jantung keuangan internasional. Temukan definisi, fungsi, dan dampaknya pada stabilitas ekonomi global. Panduan lengkap untuk memahami devisa!
BP Tapera bersama Menteri PKP dan Menteri P2MI membahas program 3 juta rumah dan rencana penyediaan rumah subsidi bagi pekerja migran melalui skema FLPP
POSISI cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2025 dinilai tetap tinggi, yakni di kisaran, sebesar US$154,5 miliar, meski menurun dibandingkan posisi pada akhir Januari 2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved