Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5,2% pada 2022. Prediksi ini didasari aktivitas perekonomian yang terus meningkat pascapandemi covid-19 dan kenaikan harga komoditas di level internasional.
Dalam laporan Indonesia Economic Prospects bertajuk Trade for Growth and Economic Transformation yang dirilis pada Kamis (15/12), disebutkan bahwa pertumbuhan rerata jangka menengah Indonesia diekspektasikan berada di angka 4,9% pada periode 2023-2025.
Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia dinilai tetap stabil di tengah gejolak global. Inflasi diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada 2023 sebesar 4,5% dan diperkirakan akan tetap berada di level target batas atas Bank Indonesia, yakni 3,5% selama 2024 dan 2025.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong oleh akselerasi tajam dalam konsumsi swasta setelah pencabutan pembatasan mobilitas, dan konsolidasi fiskal dibantu oleh pendapatan yang tinggi karena pendapatan komoditas dan pengeluaran yang lebih rendah untuk langkah-langkah terkait covid-19," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia-Timor Leste Satu Kahkonen, Kamis (15/12).
Namun, efek itu sebagian diimbangi oleh tagihan subsidi energi yang meningkat dan biaya bunga. Defisit fiskal diproyeksikan tetap di bawah 3% dari PDB pada 2023.
Prospek pertumbuhan itu terjadi di tengah risiko penurunan yang signifikan. Permintaan global yang lebih lemah, kondisi pembiayaan global yang lebih ketat, arus keluar modal dan tekanan mata uang dapat memicu pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat dari yang diharapkan.
Indonesia dinilai dapat mempertahankan pertumbuhan yang kuat dan mengatasi potensi tantangan ke depan dengan beberapa inisiatif. Pemerintah Indonesia juga didorong melanjutkan penerapan reformasi pajak akan membantu menciptakan ruang bagi investasi dan menciptakan ketahanan terhadap guncangan.
Perpindahan ke model penetapan harga berbasis aturan untuk energi dapat mengandung tekanan subsidi. Program jaring pengaman sosial juga perlu ditargetkan secara lebih efektif dan diperluas untuk menciptakan jaminan perlindungan minimum di seluruh siklus hidup.
"Sistem perlindungan sosial Indonesia dapat membantu rumah tangga mengelola risiko dan volatilitas yang meningkat dari kondisi eksternal, tetapi perlu diperkuat untuk mengisi kesenjangan cakupan dan inklusi yang tersisa. Untungnya, Indonesia dapat mengembangkan program yang sudah ada, seperti halnya dalam mengurangi dampak pandemi covid-19 terhadap kemiskinan," jelasnya.
Laporan Bank Dunia itu juga mengkaji tentang Indonesia yang tertinggal dari ekspansi perdagangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama empat dekade terakhir.
Ekonom Utama dari Bank Dunia untuk Indonesia-Timor Leste, Habib Rab mengatakan, Indonesia masih memiliki ruang yang signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekspor, yang terkonsentrasi pada industri padat sumber daya, dengan mendiversifikasi ekonominya. Selain itu, potensi sektor jasa sebagian besar masih belum dimanfaatkan.
"Sejarah, lokasi, demografi, dan kekayaan sumber daya Indonesia membentuk potensi perdagangan internasional yang besar. Kerangka kebijakan perdagangan yang mendukung dapat memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang dan transformasi ekonomi Indonesia," tandasnya. (OL-8)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Harga komoditas global diproyeksikan turun ke level terendah dalam enam tahun pada 2026.
Langkah ini tidak hanya mendekatkan pengolahan sampah ke sumbernya, namun juga berkontribusi dalam mengurangi beban TPA dan mendukung ekonomi sirkular.
Pemerintah memastikan tidak akan mengadopsi data kemiskinan yang dirilis Bank Dunia.
AWAL April 2025, Bank Dunia melalui Macro Poverty Outlook menyebutkan pada tahun 2024 lebih dari 60,3% penduduk Indonesia atau setara dengan 171,8 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan.
Di balik status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas, Bank Dunia mengungkapkan fakta mencengangkan: 60,3% dari total populasi Indonesia hidup dalam garis kemiskinan
Indonesia diproyeksikan hanya memiliki pertumbuan ekonomi rata-rata 4,8% hingga 2027. Adapun, rinciannya adalah 4,7% pada 2025, 4,8% pada 2026, dan 5% pada 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved