Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Menteri (Wamen) BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menilai permintaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) soal penambahan masa konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menjadi 80 tahun adalah hal yang wajar.
Tiko, sapaan akrabnya, berpandangan proyek tersebut membutuhkan pengembalian modal dalam jangka waktu yang panjang. Dari pernyataan PT KCIC beberapa waktu lalu, KCJB bisa balik modal dalam kurun waktu 38 tahun setelah resmi beroperasi komersial dengan penetapan tarif sekitar Rp350.000.
"Suatu proyek infrastruktur itu butuh pengembalian yang panjang kan. Kami melihat dengan konsesi yang sudah dikembangkan sekarang itu, saya rasa relevan, panjangnya cuma 80 tahun," katanya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (14/12).
Salah satu faktor usulan penambahan kosesi KCJB dari sebelumnya 50 tahun menjadi 80 tahun ialah untuk menutup pembengkakan biaya proyek atau cost overrun sebesar US$1,45 miliar.
Tiko berharap dengan waktu konsesi 80 tahun, jumlah keterisian kereta atau penumpang mampu meringankan beban negara terhadap cost overrun itu. "Nantinya secara traffic (penumpang) juga mencapai titik yang optimal," ungkap Wamen BUMN.
Untuk keputusan perpanjangan konsesi tersebut, lanjut Tiko, berada di tangan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga menyampaikan hal serupa. Ia menyatakan tidak ada masalah dengan permintaan KCIC atas perpanjangan konsesi tersebut.
Dengan usulan penambahan konsesi itu, maka pengelolaan kereta cepat akan dikelola oleh pihak swasta selama 80 tahun sebelum dikelola oleh pemerintah. "Tidak ada masalah soal itu, kan belum final. Mau 50 tahun, 80 tahun apa bedanya? Yang penting kan jalan (proyek KCJB)," ucap Luhut. (OL-12)
PT KCIC menyesuaikan jadwal perjalanan KA Cepat Whoosh selama 22 hari mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026 akibat pekerjaan pemindahan kabel SUTT 150 kV di jalur Padalarang–Tegalluar.
Penjualan tiket Whoosh diprediksi akan terus bertambah dan diperkirakan dapat melampaui 23 ribu penumpang hingga malam nanti, seiring tingginya mobilitas saat libur Natal 2025.
lembaga negara didesak menindaklanjuti dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh yang sebelumnya diungkapkan oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
GENERAL Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa turut buka suara menjawab pernyataan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal proyek Whoosh.
KPK menegaskan tetap melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh meski Presiden Prabowo Subianto tanggung jawab utang Whoosh
Presiden Prabowo Subianto meminta publik tak perlu cemas dan khawatir mengenai permasalahan utang dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Program Mudik Gratis Pelindo 2026 resmi dibuka! Simak cara daftar online di mudikpelindo.id, syarat dokumen, jadwal keberangkatan, hingga rute kota tujuan.
BPKH menilai revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji menjadi momentum strategis bagi lembaga tersebut untuk memperkuat tata kelola dan fleksibilitas investasi serta penguatan peran anak usaha.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Dugaan pemerasan berkedok wartawan menyerang BUMN dan perusahaan swasta dengan tuduhan laporan keuangan fiktif. Modus ancaman dan intimidasi terungkap.
Kuasa hukum Kerry Riza mempertanyakan tuntutan 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved