Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
President Director AP II Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa sejumlah bandara besar di dunia telah memiliki infrastruktur data center.
Hal itu dikemukakannya saat membuka Seminar Nasional “APSD Tech Talk” dengan tema “Realizing an Excellent Business Performance in Airport Ecosystem: The Importance of Data Center” yang diselenggarakan PT Angkasa Pura Sarana Digital (APSD) yang merupakan bagian dari Grup Angkasa Pura II pada Selasa (29/11)
Seminar tersebut digelar untuk membahas pentingnya keberadaan infrastruktur data center (pusat data) di bandara yang dikelola AP II. Seperti diketahui, infrastruktur data center sendiri adalah fasilitas untuk penyimpanan, pengolahan dan sekaligus memastikan keamanan data.
Turut hadir sebagai panelis, Ketua Tim Pusat Data Nasional APTIKA Kominfo Agung Basuki, Ketua Bidang IIX dan Data Center Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Syarif Lumintarjo, Pendiri IndoTelko Forum Doni Ismanto, dan CEO NeutraDC Andrew Th. A.F yang merupakan bagian dari Grup Telkom.
“Bandara-bandara di negara lain telah mengembangkan data center untuk memastikan keandalan operasional teknologi dan informasi bagi seluruh stakeholder bandara, dan meminimalisir potensi-potensi gangguan terkait IT di suatu bandara. Kita tahu bahwa di era saat ini, data adalah hal yang sangat penting," kata Awaluddin.
“Kita juga melihat seperti apa best practices global dalam pengembangan data center di bandara, semisal Dubai International airport, Istanbul International Airport, Beijing Daxing International Airport, dan Fukuoka Airport. Harapan kita, Bandara Soekarno-Hatta punya smart infrastructure yang salah satunya data center, dan tidak kalah bersaing dengan bandara-bandara besar lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, pembangunan data center juga harus mempertimbangkan berbagai aspek termasuk belanja modal dan pasar yang dituju, apakah data center sebatas hanya diperuntukkan untuk melayani stakeholder di bandara atau bisa juga untuk pihak lainnya.
“Yang jelas, prospek di industri data akan sangat besar ke depan. AP II memiliki Angkasa Pura Sarana Digital yang diharapkan mampu menjadi key player dalam mendukung transformasi digital di bandara dan meraih potensi pasar data center,” tandasnya.
Staf Khusus Menteri Kominfo Prof. Ahmad M. Ramli dalam keynote speech menyampaikan bahwa prospek bisnis data center diperkirakan tumbuh rata-rata sekitar 20% per tahun.
“Dari referensi dan praktik di lapangan, maka pertumbuhan rata-rata sekitar 20% per tahun,” ujar Prof Ramli.
Lebih lanjut ia menuturkan penyedia data center harus memperhatikan 6 hal yakni kualitas layanan (quality of service), perlindungan data (data protection), keamanan (security), kapasitas (capacity), efisiensi (efficiency), serta kepatuhan terhadap regulasi (compliance).
Di tempat yang sama, Plt. Direktur Utama APSD Ferdian Agustiana mengatakan pembangunan infrastruktur data center di Bandara Soekarno-Hatta tengah menjadi rencana serius.
“Bandara sebagai ruang publik juga harus memanfaatkan media digital untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan, kami melihat kehadiran data center dapat menjadi solusi yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan digital di ruang publik dan memperkuat implementasi smart airport,” ujar Ferdian Agustiana.
Ferdian Agustiana menuturkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta diharapkan dapat menjadi role model dalam realisasi smart airport yang diperkuat dengan adanya infrastruktur data center.
Adapun saat ini telah dipetakan lokasi yang tepat untuk pembangunan data center di dalam kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara itu, para panelis menuturkan bahwa pembangunan data center juga harus memperhatikan keberlanjutan (sustainability).
“Sustainability bukan hanya power (energi untuk data center), tapi ada tiga hal. Pertama, melakukan dekarbonisasi dimana kami untuk power di office kami menggunakan solar panel, lalu zero water di mana sebisa mungkin tidak ada pemborosan air (dalam operasional data center), dan ketiga adalah zero waste,” ujar CEO NeutraDC Andrew Th. A.F.
NeutraDC sendiri adalah anak usaha Telkom yang melayani bisnis data center dengan kategori hyperscale.
Seminar hari ini adalah seri pertama dari tiga seri yang direncanakan, untuk mendalami pentingnya keberadaan data center bagi Grup Angkasa Pura II dan ekosistem kebandarudaraan nasional. (RO/E-1)
Kegiatan ini sebagai penanda pencapaian penting pembangunan Hyperscale Data Center NeutraDC Nxera Batam di kawasan industri Kabil, Batam.
Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah nyata Schneider Electric dalam memastikan keandalan operasional, mendekatkan layanan pelanggan, dan kesiapan teknis.
Pasar data center di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 2 miliar pada tahun 2027, dengan pertumbuhan yang didorong oleh ekspansi e-commerce, layanan keuangan digital, dan tren AI.
Dulu, Batam dikenal sebagai kota industri, tempat deru mesin pabrik berpadu dengan lalu lintas kapal barang yang tiada henti. Namun kini, wajah kota di ujung barat Indonesia itu mulai berubah.
Teknologi 3D TRASAR™ dari Ecolab membantu melindungi server dengan memantau indikator kesehatan pendingin secara real time, mulai dari suhu, kadar pH, hingga laju aliran.
Berdasarkan data APJII, pertumbuhan trafik internet melonjak hingga lebih dari sepuluh kali lipat dari 1,3 Tbps di 2021 menjadi 14 Tbps di akhir 2024.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
Program Stunting Action Hub dari Telkom Indonesia meraih IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025 berkat kontribusinya dalam pencegahan stunting melalui teknologi digital
Telkomsat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Space42 PLC untuk menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan layanan konektivitas satelit di Indonesia.
Program Stunting Action Hub menjadi bagian dari dukungan Telkom terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat sistem pemantauan kesehatan masyarakat berbasis teknologi.
Telkom Indonesia membawa tujuh UMKM binaannya tampil di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved