Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI data center tengah mengalami lonjakan permintaan seiring dengan peningkatan aktivitas digital di berbagai sektor. Berdasarkan laporan Frost & Sullivan, pasar data center di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 2 miliar pada tahun 2027, dengan pertumbuhan tahunan yang kuat didorong oleh ekspansi e-commerce, layanan keuangan digital, dan tren adopsi kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini menjadikan sektor ini sebagai salah satu pendorong utama ekonomi digital nasional.
Oleh karena itu, PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) terus menunjukkan keseriusannya bertransformasi dari pengembang properti konvensional menjadi pemain di sektor properti digital, dengan fokus pada pengembangan Data Center. Langkah strategis ini dinilai sebagai momentum penting bagi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan arah ekonomi masa depan yang semakin berbasis teknologi dan data.
Manajemen REAL menegaskan bahwa fokus baru ini bukan sekadar diversifikasi bisnis, melainkan transformasi fundamental untuk memperluas portofolio usaha di sektor yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi. “Kami percaya bahwa properti digital seperti Data Center akan menjadi infrastruktur utama bagi ekonomi masa depan. Ini bukan hanya investasi bisnis, tapi juga kontribusi terhadap ekosistem digital nasional,” ujar salah satu petinggi REAL dalam kegiatan FGD Data Center beberapa waktu yang lalu di Jakarta.
Dari sisi pasar modal, langkah transformasi REAL mulai mendapat perhatian investor. Analis Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga, menilai fokus perusahaan ke sektor data center berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja saham REAL, baik dari perspektif fundamental maupun teknikal. “Sektor data center sedang menjadi tema besar di pasar. Emiten seperti DCI Indonesia (DCII) dan Data Center Indonesia (DATA) menunjukkan tren penguatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir,” ujar Aditya.
Secara teknikal, Aditya mencatat bahwa saham REAL menunjukkan tanda-tanda akumulasi setelah sempat mengalami konsolidasi di kisaran Rp65 per saham. Ia menilai area tersebut berpotensi menjadi support kuat, dengan potensi penguatan menuju level resistance di Rp 115–Rp130 dalam jangka pendek.
Lebih lanjut, ia menekankan “Investor saat ini mulai menilai emiten bukan hanya dari sisi aset fisik, tapi juga dari eksposur terhadap sektor digital. Transformasi seperti yang dilakukan REAL bisa menjadi momentum penggerak harga dalam jangka menengah,” tambah Aditya.
Menurutnya, dari sisi sentimen makro, sektor data center juga diuntungkan oleh dukungan pemerintah terhadap transformasi digital nasional, serta meningkatnya permintaan dari perusahaan global yang tengah memperluas jaringan server di Asia Tenggara. Hal ini dapat memberikan peluang besar bagi pemain baru seperti REAL untuk masuk dan bersaing di pasar yang potensinya masih sangat luas.
Melalui strategi yang matang dan kolaborasi dengan mitra teknologi global, REAL berupaya menjadikan transformasinya bukan hanya sebagai repositioning bisnis, tetapi juga sebagai langkah konkret memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Dengan arah baru menuju properti digital dan proyek data center, REAL berpotensi menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan membuka babak baru bagi pertumbuhan perusahaan di era ekonomi berbasis data. (H-2)
Kegiatan ini sebagai penanda pencapaian penting pembangunan Hyperscale Data Center NeutraDC Nxera Batam di kawasan industri Kabil, Batam.
Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah nyata Schneider Electric dalam memastikan keandalan operasional, mendekatkan layanan pelanggan, dan kesiapan teknis.
Dulu, Batam dikenal sebagai kota industri, tempat deru mesin pabrik berpadu dengan lalu lintas kapal barang yang tiada henti. Namun kini, wajah kota di ujung barat Indonesia itu mulai berubah.
Teknologi 3D TRASARâ„¢ dari Ecolab membantu melindungi server dengan memantau indikator kesehatan pendingin secara real time, mulai dari suhu, kadar pH, hingga laju aliran.
Berdasarkan data APJII, pertumbuhan trafik internet melonjak hingga lebih dari sepuluh kali lipat dari 1,3 Tbps di 2021 menjadi 14 Tbps di akhir 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved