Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
Pusing dengan pengelolaan data center perusahaan? Waktu Anda (tim teknologi informasi/TI perusahaan) habis tersita untuk memikirkan pengelolaan data center yang ribet, kompleks, dan berbiaya tinggi? Itu berarti saatnya Anda harus mengatur ulang arsitektur data center perusahaan menjadi lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman, dan otomatis.
Kombinasi dua solusi dari Dell Technologies, yakni Dell PowerStorage dan Dell Private Cloud, bisa jadi pilihan yang paling tepat untuk menjawab persoalan itu. Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), ‘duet maut’ dua solusi ini mampu menjadi fondasi infrastruktur penyimpanan modern yang lebih sederhana dalam pengoperasiannya.
“Solusi ini menggabungkan penyimpanan all-flash storage generasi terbaru dengan disaggregated infrastructure yang menyederhanakan operasional sekaligus menekan biaya kepemilikan,” ungkapnya dalam seminar “Built a Private Cloud That Works for You” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Padeloom, Jakarta, Kamis (22/1).
Sebagai platform all-flash storage, Dell PowerStore dirancang menggunakan pendekatan future-proof dengan kemampuan scale-up dan scale-out yang fleksibel. PowerStore mendukung arsitektur end-to-end NVMe, dual active/active nodes, dan desain modular, sehingga kapasitas serta performanya dapat disesuaikan tanpa harus mengganti sistem secara keseluruhan.
Dari sisi efisiensi, Dell PowerStore menawarkan jaminan pengurangan data 5:1 melalui kombinasi deduplikasi dan kompresi cerdas yang bekerja secara otomatis tanpa perlu konfigurasi kompleks. Dalam kondisi tertentu, rasio efisiensi bahkan bisa mencapai 20:1, membantu perusahaan menekan biaya penyimpanan sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas dengan cukup signifikan.
Dari sisi operasional, Dell PowerStore dilengkapi kemampuan self-optimizing dan dukungan Dell AIOps serta automasi end-to-end yang terintegrasi dengan ekosistem Dell. “Keunggulan lain terletak pada keamanan data. Dengan fitur multiparty authorization, solusi ini membuat setiap tindakan kritis dapat dikendalikan melalui persetujuan multi-pengguna demi mencegah perubahan yang tidak sah,” kata Jeffry.
Sementara itu, Dell Private Cloud dibangun di atas Dell Automation Platform untuk menghadirkan pengalaman private cloud yang konsisten, baik di lingkungan on-premises maupun berbasis Software-as-a-Service (SaaS). Solusi ini menyediakan portal terpusat untuk onboarding, orkestrasi, manajemen aset, hingga lifecycle management, sehingga operasional infrastruktur dapat dijalankan secara terstandar dan otomatis.
Adrian Kustiawan, Presales Server x86 Head Multipolar Technology, menjelaskan, berbeda dengan pendekatan hyperconverged tradisional, Dell Private Cloud mengusung disaggregated infrastructure yang memungkinkan skala komputasi, penyimpanan, dan jaringan dilakukan secara independen, sehingga lebih fleksibel, tanpa vendor lock-in, dan memastikan pengoptimalan sumber daya sesuai beban kerja (workload).
Didukung portofolio storage Dell PowerStore, Dell Private Cloud tidak memerlukan perangkat keras khusus. Infrastruktur penyimpanan dapat dibangun menggunakan server dan storage Dell yang sudah ada, baik pada skenario menggunakan fasilitas baru (greenfield) maupun mengembangkan fasilitas yang sudah ada (brownfield), sehingga mempercepat implementasi sekaligus melindungi investasi yang telah berjalan.
Dari sisi biaya, data internal Dell menyebut disaggregated infrastructure mampu menekan biaya hingga 32% lebih rendah dibanding infrastruktur hyperconverged berkat kebutuhan server yang lebih sedikit, lisensi perangkat lunak yang lebih efisien, serta tingkat utilisasi storage dan komputasi yang lebih tinggi. “Ini menjadikan Dell Private Cloud pilihan strategis untuk memodernisasi data center dan implementasi AI perusahaan,” ungkap Adrian.
Jadi, dengan mengombinasikan Dell PowerStore dan Dell Private Cloud, perusahaan dari industri apa pun akan menikmati solusi private cloud yang lebih simpel, fleksibel, efisien, aman, dan otomatis. Tim TI perusahaan tidak dipusingkan lagi dengan manajemen data center seperti sebelumnya yang ribet, kompleks, dan berbiaya tinggi. “Jika ingin mengimplementasikannya, tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu,” pungkas Jeffry. (H-2)
Teknologi 3D TRASAR™ dari Ecolab membantu melindungi server dengan memantau indikator kesehatan pendingin secara real time, mulai dari suhu, kadar pH, hingga laju aliran.
Industri pameran, terutama yang menyasar peserta dan pengunjung pelaku bisnis atau b2b, terutama kaitannya dengan energi dan rekayasa masih menunjukan tren optimistis.
Ekspansi data center akan dilakukan dengan menguatkan kapasitas di Cikarang eksisting dan Batam.
Tech Data, anak perusahaan TD SYNNEX, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sangfor Technologies untuk menghadirkan solusi infrastruktur teknologi informasi (TI) terintegrasi.
NetApp® (NASDAQ: NTAP), perusahaan infrastruktur kecerdasan data, hari ini mengumumkan capaian dari Partner Sphere, program kemitraan unggulan.
DI tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya tekanan regulasi terhadap pengelolaan data, perusahaan kini membutuhkan solusi yang dapat menghadirkan kecepatan ala cloud.
Google baru-baru ini memperkenalkan Private AI Compute, sebuah inovasi berbasis teknologi AI dalam platform cloud mereka.
Selama lima tahun mendatang, Mambu akan terus mendukung Krom dalam pengembangan produk keuangan inovatif secara cepat dan skalabel, termasuk simpanan dan pinjaman baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved