Minggu 27 November 2022, 23:28 WIB

Pemerintah Dorong Pengembangan Desa Wisata

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemerintah Dorong Pengembangan Desa Wisata

Antara
Ilustrasi: Wisatawan berjalan di sekitar deretan rumah tradisional di Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali

 

SEKRETARIS Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Arif Rahman Hakim mengajak jajaran pemerintah desa untuk mengembangkan potensi produk unggulan wilayah termasuk desa wisata dan wisata alam.

Masyarakat desa, kata dia, harus mampu mengorganisasi potensi wilayah agar bisa dikembangkan menjadi sebuah produk unggulan daerah.

"Jangan sekadar memproduksi bahan mentah atau bahan baku saja. Tapi, harus yang sudah memiliki nilai tambah," ujar Arif dalam forum Komunikasi Publik Sosialisasi Klaster Ekonomi Perdesaan bersama masyarakat Desa Wanatirta, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah yang dikutip dari siaran pers, Minggu (27/11).

Dia mencontohkan, sebuah desa di Cirebon berhasil mengembangkan tiga produk dan mampu menembus pasar hingga ke mancanegara. Tiga produk tersebut yakni, pertama, olahan ketan menjadi tapai. Usaha ini disebut berhasil meraup omzet hingga Rp6 miliar per bulan.

Kedua, wadah parsel anyaman yang dibuat oleh kelompok ibu-ibu di desa tersebut berhasil menembus pasar Eropa. Ketiga, ternak jangkrik yang juga berpotensi untuk menghasilkan pendapatan. "Jangkrik itu menu makanan utama yang dikonsumsi burung-burung berharga mahal," kata Arif.

Dia juga mengajak masyarakat Desa Wanatirta untuk mengembangkan desa wisata. Di sektor itu, berkembang aneka bisnis pendukung seperti homestay, kuliner, oleh-oleh, kerajinan, dan sebagainya.

Menurut Arif, desa wisata ini merupakan sektor yang sangat prospektif untuk mendatangkan kesejahteraan kepada masyarakat tanpa mengeksploitasi alam secara berlebihan. "Kami harap sektor ini dapat menyumbangkan kontribusi besar bagi perekonomian masyarakat sekitar," tuturnya..

Arif juga menyebutkan, ada program perhutanan sosial yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Bisa untuk ditanami berbagai macam tanaman yang menjadi produk unggulan sebuah desa. "Petani bisa memanfaatkan lahan tersebut. Akan tetapi, jangan sendiri-sendiri, melainkan bergabung ke dalam sebuah wadah bernama koperasi," kata Arif.

Dia turut mendorong masyarakat Bumiayu mesti bisa memaksimalkan lahan-lahan tidur atau perhutanan sosial agar lahan-lahan yang dibagikan pada masyarakat bisa berkembang menjadi skala usaha dan produktif.

Untuk itu, KemenKopUKM akan menggandeng sejumlah perusahaan rintisan di sektor pertanian dan perikanan untuk bekerja sama dan melakukan pendampingan dalam pemanfaatan lahan perhutanan sosial.

Menurut Arif, pengembangan destinasi wisata di Indonesia sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat dari aktivitas pariwisata yang ramah lingkungan harus menjadi prioritas seluruh pihak untuk dilaksanakan.

Hanya, Arif menegaskan bahwa pekerjaan besar ini tidak dapat dilakukan sendiri, butuh kolaborasi multipihak, "Kita harus terus memperkuat semangat kolaborasi dalam mengarusutamakan peran UMKM dalam perekonomian nasional," terangnya. (OL-8)

Baca Juga

Ist

Musim Dingin Tidak Ekstrem Seperti yang Dikhawatirkan, Harga Komoditas Energi Stabil

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:31 WIB
BPS mengingatkan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi tahun 2022 ditopang oleh tingginya harga komoditas. Namun tahun 2023, harga...
Antara

Pembangunan Smelter Freeport Sudah 54%, Ditargetkan Beroperasi 2024

👤Ficky Ramadhan 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:29 WIB
Diketahui, biaya yang telah dikeluarkan PT Freeport Indonesia dalam pembangunan smelter mencapai US$1,78 miliar atau sekitar Rp27 triliun,...
Antara

Presiden Perintahkan OJK Awasi Penggoreng Saham

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 06 Februari 2023, 21:56 WIB
Langkah tersebut harus dilakukan agar Indonesia terhindar dari tragedi keuangan besar yang baru saja terjadi di India, yang melibatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya