Rabu 23 November 2022, 09:03 WIB

Hasil Riset No Limit : Guru Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Hasil Riset No Limit :   Guru Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal

MI/Raja
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari

 

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari menyebut penyebab banyak warga menggunakan pinjaman online (pinjol) ilegal tidak hanya tingkat literasi keuangan yang rendah.

"Ada berbagai faktor lain yang menyebabkan masyarakat menggunakan pinjol ilegal, misalnya karena butuh uang untuk membayar utang, latar
belakang ekonomi menengah ke bawah, dan alasan dana pinjol ilegal cair lebih cepat," katanya dalam konferensi pers daring yang dipantau di
Jakarta, Selasa.

Berdasarkan riset No Limit Indonesia pada 2021, sebanyak 1.433 responden mengatakan menggunakan pinjol ilegal untuk membayar utang, 542 karena berasal dari kelompok menengah ke bawah yang butuh uang, 499 responden menggunakan pinjol ilegal karena dana cair lebih cepat.
  
Sebanyak 368 responden mengatakan menggunakan pinjol ilegal untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, 297 memenuhi kebutuhan mendesak, 138 berperilaku konsumtif, 103 tekanan ekonomi, 52 membeli gadget baru, 46 membayar biaya sekolah, dan hanya 42 orang yang literasi pinjaman onlinenya masih rendah.
  
Friderica menjelaskan, berdasarkan demografi, 42 % masyarakat yang terjerat pinjol ilegal merupakan guru, 21 % korban pemutusan hubungan kerja (PHK), dan 18 % ibu rumah tangga.

Untuk itu, menurut Friderica, pemerintah dan pelaku industri jasa keuangan perlu bekerja sama untuk menyediakan produk jasa keuangan yang
memberikan kemudahan dan kecepatan kepada masyarakat.

Melalui TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah), OJK juga memiliki program kredit yang dirancang untuk melawan rentenir, termasuk entitas pinjol ilegal.

"Bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kota, kita juga mendorong penyedia jasa keuangan untuk memberi kredit secara cepat dan
mudah, bahkan ada yang disubsidi APBD," ucapnya.
  
Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat agar dapat menggunakan produk jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan.

"Ini aksi kolaboratif agar masyarakat bisa membedakan pinjol ilegal dan legal, dan bisa menggunakan produk jasa keuangan yang sesuai
kebutuhan, tidak berlebihan, tidak konsumtif yang dapat menyusahkan," ucapnya. (Ant/E-1)
 

Baca Juga

Dok. ist

LPCK Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:42 WIB
LPCK telah menerapkan sertifikasi di bidang Manajemen Lingkungan berupa Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL) dan...
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Sektor Penerbangan Mulai Bangkit, Penumpang Domestik Tembus 45 Juta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:00 WIB
Sampai Oktober 2022, permintaan pasar terhadap penerbangan domestik sudah mencapai 70,4% dari masa sebelum pandemi atau di...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Potensi Investasi US$30 Miliar, Tingkatkan Kemudahan Menjalankan Bisnis

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:27 WIB
Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menilai sudah banyak perubahan yang terjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya