Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bersama PT Berdikari mengembangkan peternakan sapi wagyu di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kabupaten Gowa menjadi satu-satunya daerah di Indonesia Timur yang pertama menjadi lokasi dan memiliki komitmen tinggi guna mendorong pengembangbiakan sapi wagyu yang selama ini harus diimpor dari Jepang.
Program ini diimplementasikan dengan melakukan penandatangan nota kesepahaman bersama PT Berdikari Live Stock, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Peternakan dan Hewan Tropika LPPM-Unhas, dan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIBS).
Baca juga : Mentan SYL Terapkan Role Model Penerapan Sistem Hulu-Hilir Ayam Broiler di Gowa
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Gowa, yang disaksikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (OKH), Kementan, Nasrullah dan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Gowa, Sulsel, Sabtu (19/11).
Nasrullah mengatakan pengembangan sapi wagyu telah lama diserukan Kementan agar pemerintah daerah dapat mendorong dan mengimplementasikanya.
Namun, hanya pemerintah Kabupaten Gowa yang mampu dan memiliki komitmen tersebut sehingga langkah pemerintah Kabupaten Gowa saat ini yang mengembangkan sapi wagyu patut diberikan apresiasi.
Baca juga : Indonesia-Denmark Catat Kontrak Dagang Komoditas Pertanian Senilai Rp 94,4 Miliar
"Ini suatu terobosan yaitu pengembangan sapi berkualitas. Kemarin tidak ada yang menangkap serius namun hari ini Pemkab Gowa memberikan komitmen bahwa pengambangan sapi wagyu harus jadi di Kabupaten Gowa. Kalau wagyu membutuhkan suhu rendah maka Gowa punya hal itu," kata Nasrullah dalam penandatangan kerjasama pengembangan sapi wagyu tersebut.
Nasrullah menegaskan Kementan terus mengawal pengembangan sapi wagyu di Kabupaten Gowa ini mulai dari bantuan sperma, pendampingan budi daya hingga pemasaranya. Kementan nantinya akan mendorong pedagang maupun asosiasi untuk membeli sapi wagyu yang dihasilkan di Kabupaten Gowa.
"Dengan semangat dan komitmen Pemkab Gowa maka opportunity yang harus kita tangkap. Jika ini sudah ada maka kita tidak lagi mengambil dari tempat lain. Impor akan kami tahan atau tidak boleh mengimpor jika sudah ada di negara kita," jelasnya.
Baca juga : Kementan Percepat Peningkatan Produksi Susu Nasional
“Kementan melalui BBIBS memberikan bantuan sperma bantuan ke Gowa secara gratis, dan ikut melatih pengelola inseminasi buatan pengembangan sapi wagyu ini. Kalau belum pintar melakukan inseminasi maka siap dilatih di Lembang atau Singosari kemudian diperkenalkan dengan sperma-sperma yang unggul," pinta Nasrullah.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan, program pengembangan sapi wagyu ini merupakan program jangka panjang.
Menurutnya, saat ini daging wagyu yang ada di Indonesia adalah Impor dari Jepang, namun dengan dilakukannya di Gowa maka akan menjadi tempat yang baru tanpa harus mengambil dari negara lain.
Baca juga : Penuhi Protein Hewani di Kabupaten Gowa, Kementan Gandeng Cimory
"Kita sementara menggagas sebuah program jangka panjang karena daging wagyu itukan terkenal dari Jepang dan salah satu daging premium. Kenapa tidak kita mencoba untuk mengembangbiakkan di Kabupaten Gowa dan itu kita mulai hari ini," ungkapnya.
Ia mengaku, Gowa memiliki dua tipologi yang cocok untuk melakukan pengembangan ini yakni dataran tinggi dan dataran rendah. Sehingga jika ini berjalan dengan baik maka Indonesia tepatnya di Kabupaten Gowa akan memiliki sapi wagyu yang dipercaya sebagai daging premium.
"Meskipun ini program jangka panjang tapi kita mulai dari sekarang. Mudah-mudahan nanti pada saat peresmian tempat ini pada 16 Maret 2023 mendatang bisa terlaksana dengan baik dan kedepannya kita tidak perlu mengimport daging dari Jepang cukup seluruh Indonesia datang ke Gowa membeli sapi daging wagyu," jelasnya.
Selain penandatangan Nota Kesepahaman Pengembangan Sapi Wagyu, Pemerintah Kabupaten Gowa juga menandatangani Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Rumah Pemotongan Hewan Tamarunang Kabupaten Gowa dan Kerjasama BUMDes terkait pemeliharaan dan penjualan ternak sapi. (RO/OL-09)
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Kementan menegaskan fokus utamanya saat ini yaitu membenahi sektor hulu atau perbibitan (breeding) sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor daging.
Ia juga menekankan pentingnya Pusvetma memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi untuk mempercepat inovasi riset dan produksi vaksin hewan.
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved