Sabtu 12 November 2022, 10:00 WIB

PLTS Terapung di Bali Gunakan 50 Persen Produk Lokal

Mediaindonesia.com | Ekonomi
PLTS Terapung di Bali Gunakan 50 Persen Produk Lokal

ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Aditya Pradana Putra.
Petugas melakukan perawatan sistem usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Waduk Muara Nusa Dua di Kabupaten Badung.

 

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Denpasar, Bali, dibuat menggunakan 50 persen produk lokal.

"Untuk apungnya itu buatan dalam negeri, framenya, peralatannya dari dalam negeri, tapi memang sel-nya diimpor. Tetapi ke depan masih ada ruang kita membangun, ini local contains sudah 50 persen dan akan kami tambah 70-80 persen," kata Darmawan  di hadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Denpasar, Jumat (11/11).

Darmawan menyebut, butuh US$700 miliar atau Rp10 ribu triliun untuk transisi energi, dan jika hal itu menjadi pangsa pasar luar negeri, maka ekonomi Indonesia akan melambat.

Nantinya, penciptaan lapangan kerja tidak akan terjadi di Indonesia melainkan negara-negara lain, maka itu PT PLN ingin turut menggerakkan perekonomian nasional, karena menurut Darmawan, dengan menggunakan produk lokal dalam pembangunan pembangkit, maka ekonomi Indonesia ikut terangkat.

PLTS terapung yang terdiri dari 228 solar panel ini dibangun di area seluas 0,35 hektare atau 1 persen dari luas Waduk Muara Nusa Dua, Denpasar Selatan, atau lokasi dipasangnya panel.

Darmawan menjelaskan bahwa PLTS terapung Waduk Muara Nusa Dua dibangun dalam waktu singkat yaitu 1,5 bulan atas arahan Menko Marves, dan dengan kapasitas 100 kilowatt-peak (kWp).

Solar panel tersebut telah berhasil diuji coba sejak awal Oktober 2022 melalui inovasi Smart Grid, yaitu program dari transformasi PLN yang menggunakan teknologi sistem digital untuk memonitor dan mengelola pasokan energi listrik sesuai dengan kebutuhan beban.

Darmawan mengatakan, selain soal kepedulian PLN terhadap alam dan perekonomian nasional, kehadiran pembangkit listrik energi baru terbarukan ini akan turut mendukung keandalan listrik dalam pertemuan puncak G20.

Di lokasi yang sama, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menunjukkan apresiasinya terhadap PT PLN yang selaras dengan pemerintah mendukung Net Zero Emission.

"Ini tanggung jawab kita pada generasi mendatang, jadi saya minta PLTS ini jangan liat hanya 100 kWp-nya, ini adalah komitmen untuk ditunjukkan ke dunia. Sekarang satu solar panel kelihatan kecil, tapi kita akan buat banyak," kata Luhut di Denpasar.

Menko Marves menyebut bahwa Indonesia memiliki 437 giga watt potensi energi terbarukan, di mana saat ini baru 5 persen yang dilakukan, sehingga masih terdapat 5.087 danau dan 300 bendungan yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kita komitmen membangun solar industri, sehingga kita tidak perlu lagi impor materialnya, sekarang baru 50 persen tapi tiga sampai empat tahun ke depan kita punya industri, itu yang kita ingin lakukan segera," ujar Luhut. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Andri Saputra

Koordinasi Apik TPIP dengan TPID Kunci Pengendalian Inflasi

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 29 November 2022, 17:14 WIB
Inflasi masih cukup terjaga. Tidak terjadi lonjakan yang terlalu tinggi. Hal itu disebabkan salah satunya koordinasi yang baik antara...
dok.pribadi

Fajar Hasan : Kami Bersama Pemerintah Hadapi Uni Eropa dan WTO

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 17:13 WIB
PUTUSAN WTO harus dilawan, sebab berpotensi dapat mengganggu program hilirisasi pengelolaan sumber daya alam yang sedang berjalan khususnya...
 BIRO PERS SEKERTARIAT PRESIDEN RUMGAPRES

Presiden Cek Harga Pangan di Pontianak

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 29 November 2022, 16:24 WIB
Kepala Negara mengungkapkan peninjauan ke pasar menjadi sebuah keharusan demi mengetahui situasi riil di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya