Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) pada kuartal ketiga tahun ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp727,4 miliar atau naik 19,2% QoQ, dan laba periode berjalan sebesar Rp53,3 miliar, naik 44,2% QoQ.
Meski agak tersendat di awal tahun, VICI mampu memperbaiki kinerjanya dan mencatatkan peningkatan pendapatan di kuartal II sebesar 10% dibandingkan kuartal I 2022 dan peningkatan pendapatan hampir 20% di kuartal III dibandingkan kuartal II.
Secara YoY, pendapatan Perseroan turun sebesar 12,6% yang terutama diakibatkan oleh menurunnya permintaan produk-produk antiseptik seiring dengan situasi pandemi yang semakin membaik di Indonesia. Meski demikian, apabila produk-produk antiseptik dikecualikan, maka penjualan produk-produk non-antiseptik Perseroan justru tumbuh 10% YoY.
Penjualan produk-produk non-antiseptik bahkan tumbuh 51,5% di kuartal ketiga dibandingkan kuartal kedua tahun ini. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh produk-produk baru di kategori perawatan kulit dan kosmetik dekoratif yang Perseroan luncurkan tahun ini.
Bauran produk baru yang Perseroan luncurkan juga memiliki dampak positif dalam bentuk kenaikan margin laba kotor menjadi 52,0% dibandingkan periode yang sama pada 2021 sebesar 48,7%.
Pertumbuhan kategori perawatan kulit dan kosmetik dekoratif memang sangat signifikan. Pada periode sembilan bulan pertama 2022, penjualan kotor produk perawatan kulit melonjak sebesar 178,2% dan penjualan kotor produk di segmen kosmetik dekoratif melonjak 349,6% dibandingkan periode yang sama di tahun 2021.
Baca juga : Pria Butuh Pengunaan Skin Care ? Ini Penjelasan Produsen Skin Care Koolit
Tidak berhenti sampai di situ, kategori perawatan rambut profesional juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan kotor sebesar 325,6% selama sembilan bulan pertama 2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Adanya perubahan di pasar, terutama permintaan produk antiseptik seiring dengan transisi Indonesia dari situasi pandemi ke endemi tentunya membuat Perseroan harus beradaptasi dengan situasi ini. Kami selalu melakukan inovasi produk yang sesuai dengan permintaan pasar dan selalu mencari cara baru untuk mempromosikan dan memasarkan produk,” ujar Billy Hartono Salim, Direktur Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk.
Billy menambahkan, pihaknya kini juga terus mendorong penjualan di platform digital/online. Didukung dengan tim yang berisikan generasi muda yang kreatif dalam pembuatan konten di media sosial dan analisis data, serta produk-produk yang diterima dengan baik oleh masyarakat, VICI mampu menorehkan pertumbuhan penjualan lewat platform digital/online sebesar 219,7% di sembilan bulan pertama 2022 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Selain memperkuat strategi penjualan baik di pasar offline atau online, Perseroan juga sudah menggandeng Kimia Farma untuk mendistribusikan produk-produknya melalui gerai Apotek Kimia Farma yang tersebar di Indonesia agar konsumen bisa lebih mudah mendapatkan produk terbaik Perseroan,” imbuh Billy.
Ke depannya, Billy menyebut, VICI berencana untuk terus meluncurkan beberapa produk baru ke pasar yang menyasar wanita muda, energik, dan aktif sebagai inti dari target pasarnya.
“Kami senang dengan hasil produk baru kami karena dapat diterima dengan sangat baik oleh publik dan sesuai dengan trend permintaan pasar. Inovasi akan menjadi elemen kunci penting dalam pertumbuhan Perseroan dan kami akan terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang sejalan dengan tren pasar. Kami percaya ini akan menjadi pondasi yang kuat untuk pertumbuhan ke depan,” tutup Billy. (RO/OL-7)
Kini tanaman hias tidak lagi sekadar menjadi pajangan, tanaman ini telah berkembang menjadi komoditas biofarmaka (tanaman obat) yang kaya manfaat bagi kesehatan dan industri kosmetik.
Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga cepat, serta aroma khas yang membuat permintaannya meningkat, baik di dalam maupun luar negeri.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Pemanfaatan tanaman dalam bidang kosmetik harus melestarikan kearifan lokal dan membuka jalan bagi produk hilir bernilai ekonomi tinggi
SICS merupakan transformasi dari Himpunan Ilmuwan Kosmetik Indonesia (HIKI), yang didirikan pada 14 Desember 1986 dan diaktifkan kembali pada 29 April 2025.
Sejumlah korban telah mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk membuat laporan telah ditipu seorang pemilik usaha bulu mata
Sesuai dengan Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang Usaha Asuransi Umum Konvensional. Perseroan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Desember 2003
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal II tahun 2024.
Penghargaan menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menciptakan tempat kerja kondusif guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan bisnis perseroan.
PERUSAHAAN pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2023.
Di kuartal 1 2024, Perseroan sukses membukukan peningkatan pendapatan sebesar 14,6% menjadi Rp338,5 miliar, naik dari periode sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan juga tercatat tumbuh 20% YoY, dari Rp39,2 miliar di 2023 menjadi Rp47,1 miliar di 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved