Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penanaman modal asing (PMA) di Indonesia pada kuartal III 2022 mencetak sejarah dengan pertumbuhan terbesar.
Nilai PMA mencapai Rp168,9 triliun atau 54,9% dari total jumlah investasi kuartal III 2022 Rp307,8 triliun. Jumlah PMA meningkat secara tahunan sebesar 63,6% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya dan tumbuh 3,5% dibanding kuartal sebelumnya.
"Ketika FDI (Foreign Direct Investment) negara-negara lain turun, tapi alhamdulillah PMA Indonesia capai Rp168,9 triliun. Ini terbesar sepanjang sejarah, luar biasa sekali tumbuh 63,6%," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Senin (24/10).
Adapun Singapura menempati urutan pertama sebagai negara asal PMA terbesar di kuartal III 2022, dengan realisasi investasi sebesar US$3,8 miliar. Capain itu berkisar 32,5% dari total investasi PMA pada kuartal tersebut.
Baca juga: Presiden Ingin Swasta Segera Investasi di IKN Nusantara
Berikutnya, Tiongkok dengan realisasi investasi mencapai US$1,6 miliar, atau 13,3% dari total PMA di kuartal III 2022. Lalu, Jepang dengan US$1 miliar, Hong Kong dengan US$1 miliar dan Malaysia dengan investasi sebesar US$900 juta.
"Ada beberapa investasi dari Korea, masuknya ke Malaysia, karena mereka mengakuisisi perusahaan di sana. Contoh Lotte, bukan sepenuhnya uang Malaysia," imbuh Bahlil.
Baca juga: BI: Aliran Modal Asing Keluar Rp650 Miliar dalam Sepekan
Hampir semua negara yang melakukan investasi di Indonesia memiliki tipe berbeda. Indonesia diunggulkan dengan kekayaan sumber daya alam dan bahan mentah, yang bisa memperbaiki ekosistem logistik di tengah pelambatan ekonomi global, seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.
"Penataan terhadap aturan regulasi dan insentif pun semakin hari semakin baik. Terakhir adalah stabilitas politik dan kondisi kenyamanan mereka di Indonesia," jelasnya.
Menurutnya, Indonesia tetap akan menjadi pilihan di sektor investasi, khususnya terkait hilirisaisi. "Dengan Tiongkok lagi dorong hilirisasinya. Jadi, sekalipun di sana itu slow down, tapi investasi kita akan baik-baik saja," tutupnya.(OL-11)
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Kenaikan tajam emas dalam sepekan terakhir dipicu oleh eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Platform investasi aset kripto Pintu meluncurkan program eksklusif Pintu VIP bagi pengguna dengan aktivitas perdagangan dalam volume besar.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
PERAN Iran versus Israel dan Amerika akan memberi dampak besar bagi Indonesia. Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Probo Darono Yakti menjelaskan
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
TIGA wakil ganda Indonesia berhasil mengamankan tiket babak 16 besar SwisTerbuka 2026 atau Swiss Open memetik kemenangan pada hari pertama turnamen di St. Jakobshalle, Basel, Selasa (10/3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi keanggotaan Indonesia di Board of Peace setelah AS dan Israel menyerang Iran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved