Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VII DPR RI Marwan Jafar berharap produk minuman teh Indonesia asal Slawi Jawa Tengah yang terkenal dengan brand Teh Botol Sosro bisa menjadi produk nasional yang mendunia. Hal tersebut diungkapkannya saat meninjau salah satu Pabrik Teh Botol Sosro di Gianyar, Bali.
"Salah satu caranya untuk mendunia adalah misalnya dengan menjadikan Teh Botol Sosro sebagai minuman resmi dalam perhelatan G20 di Bali yang akan diselenggarakan pada November tahun ini," usul Marwan saat pertemuan dengan Direksi PT Sinar Sosro yang juga dihadiri Staf Ahli Industri Agro Kementerian Perindustrian serta Perwakilan Dinas Perindustrian Provinsi Bali.
Sebagai industri minuman yang berawal dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan kini telah berkembang dan memiliki 12 pabrik tersebar di seluruh Indonesia, lanjut Marwan maka sudah selayaknya teh botol Sosro berani tampil sebagai produk nasional yang original dan mendunia.
"Dari data pemerintah, pada periode Januari hingga Juni 2022, ekspor industri makanan dan minuman mencapai USD21,3 miliar, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada 2021 sebesar USD19,5 miliar. Industri makanan dan minuman mampu menarik investasi sebesar Rp21,9 triliun hingga kuartal II tahun 2022 dan menyerap tenaga kerja hingga 1,1 juta orang," imbuh Politisi Fraksi PKB ini.
Baca juga : Mitra Sukanda Djaya Tawarkan Bisnis dari Rumah dengan Modal Terjangkau
Namun demikian, Legislator Dapil Jawa Tengah III itu juga mendorong agar PT Sinar Sosro mengedepankan penggunaan bahan baku gula lokal (sukrosa) ketimbang impor dalam proses produksinya.
"Penggunaan gula lokal akan mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan produktivitas petani tebu kita. Dan tak kalah pentingnya peran CSR (corporate social responcibility) juga sejauh ini bagi komitmen pengembangan UMKM sekitar," tutup Marwan yang juga mantan Kemendes ini.
Perwakilan PT. Sinar Sosro, Sabrina Kharisanti mengemukakan perusahaannya memiliki sebuah visi “The Indonesian World Class Beverage Company” yakni untuk menjadi perusahaan minuman kelas dunia, yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen, kapan saja, dimana saja, serta memberikan nilai tambah untuk semua pihak terkait.
"Dengan inovasi secara terus menerus, PT. Sinar Sosro diharapkan bisa menjadi penopang industri makanan dan minuman di Indonesia," tandasnya. (RO/OL-7)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved