Kamis 20 Oktober 2022, 07:15 WIB

Harga Emas Turun 21,60 Dolar AS Tertekan Penguatan Dolar AS

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Emas Turun 21,60 Dolar AS Tertekan Penguatan Dolar AS

dok.ant
Ilustrasi: logam emas

 

HARGA emas kembali turun di bawah level psikologis 1.650 dolar pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut tertekan dolar AS yang menguat setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun yang dijadikan acuan melonjak ke level tertinggi 14 tahun.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok 21,60 dolar AS atau 1,3 persen, menjadi ditutup pada 1.634,20 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan di kisaran terendah sesi di 1.634,90 dolar AS dan tertinggi di 1.659,80 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 8,20 dolar AS atau 0,49 persen menjadi 1.655,80 dolar AS pada Selasa (18/10/2022), setelah terangkat 15,10 dolar AS atau 0,92 persen menjadi 1.664,00 dolar AS pada Senin (17/10/2022), dan terpuruk 28,10 dolar AS atau 1,68 persen menjadi 1.648,90 dolar AS pada Jumat (14/10/2022).

Dolar terapresiasi secara nyata pada perdagangan Rabu (19/10/2022) di tengah momentum kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terangkat 0,76 persen menjadi 112,9820.

Dolar menguat menyusul serangkaian komentar hawkish dari pejabat Fed. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan The Fed dapat mendorong suku bunga acuannya di atas 4,75 persen jika inflasi yang mendasarinya tidak mereda.

Komentarnya datang hanya beberapa hari setelah data menunjukkan inflasi AS tetap keras di dekat level tertinggi 40 tahun meskipun terjadi serangkaian kenaikan suku bunga tajam tahun ini.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic juga menekankan perlunya mengendalikan inflasi, mengutip tekanan pada pasar tenaga kerja dari kenaikan suku bunga dan harga.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 13 basis poin menjadi sekitar 4,13 persen pada Rabu (19/10/2022) sore, sementara imbal hasil pada surat utang pemerintah AS 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga naik menjadi 4,55 persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkat adalah bullish bagi dolar, sedangkan imbal hasil yang turun adalah bearish bagi dolar.

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (19/10/2022) bahwa konstruksi rumah AS turun 1,6 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,56 juta unit pada September, 7,4 persen di atas tingkat satu tahun lalu, tetapi lebih rendah dari revisi 1,72 juta pada Agustus.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 24,1 sen atau 1,3 persen, menjadi ditutup pada 18,359 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 26,20 dolar AS atau 2,89 persen, menjadi ditutup pada 881,10 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Dua Pekan Terpuruk, Dolar AS Mulai Menguat Lagi

Baca Juga

DOK pribadi.

Kinerja Brokerage BRI Danareksa Sekuritas Lampaui Pasar Modal

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 21:20 WIB
Sepanjang 2022, kinerja equity brokerage BRI Danareksa Sekuritas melesat 55% atau lebih tinggi dibandingkan kenaikan equity brokerage...
Antara

Airlangga: Peranan TNI dan Polri Dorong Stabilitas Dalam Negeri

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 Februari 2023, 21:17 WIB
Stabilitas dalam negeri yang terjaga ditunjukkan dengan prospek beberapa indikator utama yang relatif baik untuk menopang pertumbuhan...
Ist

Sprei Brand Lokal dari Bahan Ramah Lingkungan Diluncurkan  

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:36 WIB
Bahan dasar serat selulosa lyocell ini berupa chemical pulp regenerasi yang terbuat dari bambu tumbuk dan kayu yang ramah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya