Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN nelayan menggelar aksi unjuk rasa damai di Taman Surapati, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Dalam unjuk rasa, mereka berorasi sambil membawa sejumlah papan dan spanduk yang berisi ungkapan keberatan terhadap konsesi pemerintah dalam perundingan penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) RI Vietnam.
Spanduk dan papan-papan yang dibawa oleh para nelayan ini bertuliskan “Lindungi Nelayan” “Peduli Nelayan” “Jaga ZEE” “Tolak Konsesi kepada Vietnam”, dan lain sebagainya.
Dalam aksi ini, pengunjuk rasa meminta pemerintah menolak untuk memberikan konsesi besar kepada Vietnam dalam perundingan penetapan batas ZEE RI-Vietnam.
Mereka berharap pemerintah bisa menjaga kedaulatan negara dan kepentingan nelayan.
“Kami berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi para nelayan dan menjaga kepentingan nelayan,” ujar Bambang Susanto, koordinator para nelayan, dalam keterangan, Rabu (19/10).
Baca juga: KKP : 11 Kapal Ikan Asing Ilegal Rugikan Negara Rp270 Miliar
Organisasi nelayan tradisional Serikat Nelayan Indonesia (SNI) juga memiliki pandangan yang sama.
Sekjen SNI, Budi Laksana menilai pemeberian konsesi pemerintah saat perundingan penetapan batas ZEE RI-Vietnam dinilai merugikan.
Konsesi ini membuat Indonesia kehilangan wilayah, hak berdaulat kita dirugikan, daerah penangkapan ikan diperkecil sehingga sumber daya perikanan dikurangi, kehidupan nelayan kita akan lebih sulit.
Diketahui, Pertemuan Teknis ke-16 penetapan batas ZEE RI-Vietnam direncanakan akan diselenggarakan di Vietnam pada paruh kedua Oktober 2022.
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas usulan pembagian remaining area secara equal yang diusulkan Vietnam dan posisi masing-masing kedua negara terhadap garis ZEE akhir.
Pemerintah Vietnam dan Indonesia mengupayakan adanya titik temu pada pertemuan teknis ke-16, dan berharap dapat segera mencapai kesepakatan, sehingga menjadi capaian kunjungan Presiden Vietnam ke Indonesia pada Desember 2022.
Sebelumnya, perundingan penetapan batas ZEE antara Indonesia dan Vietnam telah berlangsung 15 putaran, dan Pertemuan Teknis ke-15 telah diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam pada 26-27 September 2022.
Kedua negara belum memcapai kesepakatan dalam pembahasan garis ZEE final pada pertemuan ini. (RO/OL-09)
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan regulasi baru untuk mempermudah layanan perizinan usaha di sektor perikanan.
DOSEN UGM mengomentari penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value di AS yang diimpor dari perusahaan Indonesia karena mengandung radioaktif.
MENYONGSONG satu abad kemerdekaan Indonesia, kedaulatan pangan menjadi agenda prioritas yang wajib dimenangkan.
SEBANYAK 50 Ketua DPD KNTI se-Sumatra dan Koperasi Perikanan melaksanakan Rapat Konsolidasi penguatan simpul jaringan koperasi perikanan di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved