Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran Indovac, vaksin covid-19 pertama karya anak bangsa, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10).
Dengan langkah tersebut, Jokowi meyakini bahwa Indonesia ke depan akan semakin mandiri dan memiliki ketahanan yang kuat di bidang kesehatan.
"Ini harus terus didorong supaya betul-betul menghasilkan revenue yang besar bagi negara dan kita memiliki kemandirian, berdikari betul dalam urusan vaksin," ujar Jokowi saat meresmikan Indovac di Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10).
PT Bio Farma selaku produsen Indovac telah menyiapkan target yakni memproduksi 20 juta dosis hingga akhir tahun ini. Untuk tahun depan, pembuatan vaksin diproyeksikan mencapai 40 juta dosis. "Namun, kalau pasar masih memerlukan lebih besar, Bio Farma bisa produksi sampai 120 juta dosis vaksin," ucap Kepala Negara.
Dengan masuknya Bio Farma ke ranah covid-19, BUMN Farmasi itu dipastikan akan semakin disegani di kancah global.
Pasalnya, saat ini, dalam setahun, peseroan telah memiliki kemampuan memproduksi tiga miliar dosis vaksin, baik itu polio, influenza, campak, meningitis dan lain-lain.
Itu semua dipasarkan sampai ke 152 negara di dunia. "Untuk vaksin polio saja, Bio Farma ini menguasai 70% pangsa pasar dunia," sambung mantan wali kota Surakarta itu.
"Ini kan luar biasa. Memang, banyak orang yang tidak tahu, belum tahu, bahwa Bio Farma ini bisa memproduksi tiga miliar dosis vaksin per tahun dan termasuk lima besar produsen vaksin dunia."
Sistem kerja seperti itulah yang memang diinginkan Jokowi saat ini, terutama di tengah ancaman krisis global.
Semua pihak harus bekerja secara luar biasa, fokus pada yang menjadi tugas masing-masing. "Inilah saya kira hasil sebuah kerja keras SDM muda kita, bisa menggarap sebuah vaksin baru dari hulu sampai hilir. Ini memakan 1,5 tahun, diam, tidak pernah bersuara, tahu-tahu sudah jadi Indovac," tandas Jokowi. (OL-12)
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Abdullah mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal revisi UU KPK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved