Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENKO Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti potensi resesi yang semakin terlihat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satunya, disebabkan konflik antara Rusia dan Ukraina, serta pandemi covid-19 yang belum berakhir.
Pernyataan Luhut senada dengan CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon, yang memperingatkan ancaman resesi pada ekonomi global dan Amerika Serikat (AS) yang bakal terjadi dalam 6-9 bulan ke depan atau di 2023.
"Resesi itu memang ada, ancaman itu sangat nyata. Apalagi, kekhawatiran kita soal keterangan Rusia-Ukraina, berlanjut dengan (perang) senjata. Ini dampaknya akan luar biasa, yang kita belum tahu seberapa jauh," pungkasnya di Jakarta, Rabu (12/10).
Baca juga: Kadin: Indonesia Harus Tetap Waspada Ancaman Krisis Global
Lebih lanjut, Luhut mengatakan meski ekonomi Indonesia dinilai kuat, namun tidak menutup kemungkinan akan mengalami resesi pada tahun depan. Dikutip dari laman resmi Kemenko Perekonomian, pada Juli 2022 IMF merevisi proyeksi ekonomi global dari 3,6% menjadi 3,2%.
Akan tetapi, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dianggap masih tinggi dengan angka 5,3%. Kinerja IHSG juga tercatat cukup baik di tengah tekanan global dan pelemahan indeks saham global. Pada 10 Oktober 2022, IHSG mencatat return 6% (ytd) di posisi 6.982,5.
Baca juga: ADB Revisi Proyeksi Ekonomi RI, Tahun Ini Tumbuh 5,4%
"Kita salah satu ekonomi negara terkuat. Tapi sekuat-kuatnya kita kalau semua runtuh, kan kita juga enggak bisa berdiri sendiri. Kita (harus siap) menghadapi ini, kita semua bersatu padu," tutur Luhut.
Presiden Joko Widoso dikatakannya sudah membicarakan soal ancaman resesi dalam rapat paripurna kabinet. Serta, mengarahkan jajaranya untuk mempersiapkan segala risiko terkait resesi ekonomi.
"Sesuai dengan rapat paripurna, Presiden mengarahkan supaya kita kerjanya sebagai tim. Bangsa ini harus sama-sama bahu membahu, jangan saling menjelek-jelekkan. Kita jangan jumawa," sambungnya.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Data resmi bulanan pada Rabu (13/3) menunjukkan produk domestik bruto tumbuh 0,2% menyusul penurunan tipis 0,1% pada bulan Desember
Pemerintah berupaya menjaga ketahanan konsumsi masyarakat melalui beragam bantuan sosial. Sayangnya, bantuan negara itu dilakukan untuk kepentingan elektoral semata.
Dampak resesi Jepang dan Inggris diyakini minim ke Bursa Efek Indonesia.
Kinerja ekspor makin tertekan setelah sebelumnya pasar Tiongkok juga melemah.
Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck, mengatakan ketergantungan negaranya yang tinggi pada Rusia untuk pasokan energi menyebabkan resesi.
UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia terutama ketika terjadi krisis, seperti krisis moneter tahun 1998.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved