Sabtu 24 September 2022, 06:10 WIB

Harga Emas Turun 1,52 Persen Tertekan Lonjakan dolar AS

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Emas Turun 1,52 Persen Tertekan Lonjakan dolar AS

dok.ant
Ilustrasi

 

HARGA emas turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan dua sesi sebelumnya, tertekan penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah Federal Reserve mengangkat suku bunga acuannya dalam ukuran jumbo untuk ketiga kalinya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok 25,50 dolar AS atau 1,52 persen, menjadi ditutup pada 1,655,60 dolar AS per ounce. Emas menetap di level terendah sejak awal April 2020, dan turun 1,7 persen untuk minggu ini.

Emas berjangka terangkat 5,40 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.681,10 dolar AS, setelah terdongkrak 4,60 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.675,70 dolar AS pada Rabu (21/9/2022), dan jatuh 7,10 dolar AS atau 0,42 persen menjadi 1.671,10 dolar AS pada Selasa (20/9/2022).

Dolar AS menguat secara luas terhadap rival utama pada perdagangan Jumat (23/9/2022), dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 1,65 persen menjadi 113,1890.

Imbal hasil obligasi, mengikuti obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, mencapai tertinggi 12 tahun setelah mencapai puncak sesi terbaru di atas 3,8 persen. Imbal hasil mencerminkan apa yang disebut suku bunga riil, atau di mana pasar berpikir suku bunga pinjaman utama yang ditetapkan oleh Federal Reserve akan terus bergerak naik.

The Fed pada Rabu (21/9/2022) menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk bulan ketiga berturut-turut, membawa suku bunga pinjaman utama ke puncak 3,0 persen atau 0,8 persen di bawah tingkat imbal hasil obligasi. Yang pasti, Ketua Fed Jerome Powell mengindikasikan tidak akan ada jeda untuk saat ini dalam siklus kenaikan suku bunga karena berjuang untuk membawa inflasi yang memanas ke target lama 2,0 persen per tahun.

"Penembusan emas di bawah 1.680 dolar AS adalah masalah besar tetapi belum benar-benar menjadi katalis untuk apa pun sejak itu," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Itu membuat penembusan level dukungan 1.650 dolar AS, sebuah konfirmasi sekunder dari penembusan awal dan sinyal yang sangat bearish, tambahnya.

Sementara itu, survei indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS oleh S&P Global naik ke 51,8 pada September, padahal para ekonom memperkirakan indeks akan tergelincir ke 51,1, dengan PMI jasa-jasa AS naik menjadi 49,2 pada September dari 43,7 pada Agustus.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 70,7 sen atau 3,6 persen, menjadi ditutup pada 18,91 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 47,30 dolar AS atau 5,22 persen menjadi ditutup pada 858,70 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Konversi Kompor Gas ke Listrik Tidak Berlaku Tahun Ini

Baca Juga

DOK/HIPMI KEPULAUAN SERIBU

Rakercab Hipmi Kepulauan Seribu Sepakat Dukung Proyek Strategis Nasional Pariwisata dan Logistik

👤Media Indonesia 🕔Kamis 29 September 2022, 11:15 WIB
Bupati Junaedi berharap  Hipmi dapat menghasilkan program kerja untuk mendukung pengembangan Kepulauan Seribu menjadi Kawasan Ekonomi...
Ist/Kementan

Dari Buah-buahan Hingga Aneka Pangan Lokal Hiasi Pameran AMM di Bali  

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 11:14 WIB
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementan, Kuntoro Boga Andri, mengatakan selama pameran berlangsung para delegasi disuguhkan aneka...
Ist

Ignasius Jonan Ditunjuk Jadi Presiden Komisaris Marsh Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 10:48 WIB
Ignasius Jonan memiliki rekam jejak pengalaman yang luas di berbagai sektor publik dan swasta selama lebih dari 35...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya