Selasa 13 September 2022, 15:20 WIB

Bangun Kolaborasi untuk Promosikan Potensi Wisata di Desa

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Bangun Kolaborasi untuk Promosikan Potensi Wisata di Desa

Antara/Suwandy.
Sejumlah pengunjung menikmati kuliner di atas hamparan sawah di Desa Wisata Tamansari, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (3/9/2022).

 

BANGUN kolaborasi untuk mempromosikan setiap potensi daerah dan desa dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Pelestarian setiap destinasi wisata patut ditingkatkan untuk menarik semakin banyak pengunjung.

"Desa wisata dan kampung tematik merupakan solusi potensial bagi pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi. Perpaduan desa terbaik dengan pariwisata dapat menciptakan peluang sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka secara virtual Sosialisasi Peningkatan Kualitas Pengelolaan dan Jejaring Desa Wisata yang digelar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/9).

Sosialisasi tersebut dihadiri Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sejumlah kepala desa, penggiat pariwisata, dan pengelola hotel Bumdes se-Kabupaten Kudus sebagai peserta. 

Menurut Lestari, desa bisa menjadi potensi tujuan wisata melalui kekayaan yang dimiliki meliputi bentangan alam, keanekaragaman hayati dan budaya, aktivitas lokal dan adat istiadat, nilai moral termasuk gastronomi. Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai desa wisata merupakan pendorong yang kuat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan dan menggeliatnya ekonomi lokal.

Karena itu, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah, upaya membangun jejaring desa wisata harus menjadi gerak perubahan yang diinisiasi oleh masyarakat untuk berkembang, maju, dan mandiri melalui wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi, dan wisata buatan. Dengan demikian, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, pengembangan tata kelola desa wisata mesti dimulai dari kemauan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, tegas Rerie, sosialisasi pengelolaan desa wisata dan kawasan-kawasan wisata harus ditempatkan dalam koridor pembelajaran aktif dan peningkatan kreativitas. Dengan pembelajaran, tambahnya, memungkinkan setiap pelaku wisata dan pengembang desa wisata menemukan cara-cara efektif untuk mengelola setiap potensi desa melalui berbagai inovasi. 

Menurut Rerie, keragaman budaya dan kekayaan alam di Indonesia memungkinkan terwujudnya inovasi pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan. Karena itu, tegasnya, kemunculan desa wisata mampu menjadi salah satu ruang pemulihan untuk kembali menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kemampuan adaptif dan dinamis menuju kebangkitan ekonomi yang berkelanjutan. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Ridwan Kamil Akui Kompor Listrik Bebani Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:59 WIB
Menurutnya, program konversi gas elpiji 3 kilogram ke kompor listrik akan berjalan lancar jika ada penggunaan teknologi yang...
Dok.Sunlife

Sun Life Indonesia dan CIMB Niaga Hadirkan Sun Proteksi Jiwa

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:07 WIB
Hanya 37% masyarakat Indonesia yang memiliki tabungan untuk hidup lebih dari 6 bulan ke...
MI/ Dwi Apriani

Penjelasan PLN Soal Aliran Listrik Putus Saat Cuaca Ekstrem

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 03 Oktober 2022, 21:59 WIB
Salah satunya karena gardu listrik terendam air akibat intensitas hujan tinggi. Tak jarang, gardu listrik juga ikut terendam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya