Senin 05 September 2022, 11:22 WIB

Konflik dengan Ukraina, Rusia Raup US$97 Miliar dari Penjualan Migas

 Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Konflik dengan Ukraina, Rusia Raup US$97 Miliar dari Penjualan Migas

Ina FASSBENDER and Eric PIERMONT / AFP
Loga perusahaan energi Gazprom milik Rusia.

 

RUSIA memompa minyak hampir sama banyaknya ke pasar global seperti sebelum invasinya ke Ukraina. Dengan harga minyak naik, Rusia mendapat durian runtuh dengan menghasilkan lebih banyak uang dari penjualan minyak dan gas (migas).

Wakil Kepala Ekonom di Institute of International Finance Elina Ribakova mengungkapkan, Moskow memperoleh US$97 miliar atau sekitar Rp1.446 T dari penjualan minyak dan gas hingga Juli tahun ini, dengan perolehan US$74 miliar dari penjualan minyak sendiri. Jumlah yang fantastis.

“Rusia berenang dengan uang tunai,” kata Elina dilansir Wall Street Journal.

Negara Beruang Merah itu mengekspor 7,4 juta barel minyak mentah dan produk seperti solar dan bensin setiap hari pada Juli lalu, menurut Badan Energi Internasional atau IEA.

Bahkan dengan penurunan ekspor minyak, Rusia telah memperoleh rata-rata penjualan bulanan US$20 miliar tahun ini dibandingkan dengan rata-rata bulanan US$14.6 miliar di2021, ketika ekonomi tengah pulih akibat pandemi.

Pengiriman minyak dilaporkan meningkat lagi pada Agustus, data dari Vortexa. Harga minyak yang melonjak melewati US$130 per barel dalam minggu-minggu pertama perang di Februari, menjadi keuntungan tersendiri bagi eksportir minyak.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun, BBM Subsidi Tetap akan Naik

Penjualan komoditas energi Rusia telah berkembang dengan menemukan pembeli baru, alat pembayaran baru, pedagang baru, dan cara baru untuk membiayai ekspor.

“Ada kesadaran bahwa dunia membutuhkan minyak, dan tidak ada yang cukup berani untuk embargo 7,5 juta barel per hari minyak dan produk minyak Rusia,” kata Sergey Vakulenko, seorang analis dan mantan eksekutif energi Rusia.

Impor Rusia yang dibeli dengan harga diskon, membebaskan raksasa negara Saudi Arabian Oil Co. untuk mengekspor minyak mentahnya dengan harga pasar.

“Saudi dengan senang hati mengambil minyak mereka dan menjualnya daripada membakarnya,” kata Carole Nakhle, kepala eksekutif di perusahaan konsultan Crystol Energy.

Pengaturan tersebut menambah pasokan ke pasar minyak global. Ia beranggapan ini situasi win-win untuk Rusia dan memperkuat hubungan Rusia dengan Timur Tengah, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin memanfaatkan gesekan antara Arab Saudi dan pemerintahan Joe Biden.

Penjualan meningkat pesat di pasar ekspor Rusia yang sebagian besar di dunia untuk bahan bakar mentah dan sulingan.

Dengan pengaturan perdagangan baru telah memberi perlindungan kepada Putin untuk menggunakan ekspor gas alam sebagai senjata ekonomi melawan sekutu AS, Eropa.

Sebelum perang, Rusia memasok Eropa dengan 40% gasnya. Sejak itu telah membatasi aliran melalui pipa Nord Stream ke Jerman dan saluran lainnya, mendorong harga lebih tinggi dan memberi tekanan pada rumah tangga dan bisnis Eropa. (Wall Street Journal/Ins/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ekonomi Kuat, Pertumbuhan Triwulan III Diyakini Capai 5,5%

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:13 WIB
Wahyu menyampaikan, meski beberapa waktu ke belakang ekonomi dihadapkan pada persoalan inflasi dan pelemahan rupiah, itu tidak akan...
MI/BRIYANBODO HENDRO

Implementasi UU PDP Perlu Dukungan Literasi Digital

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 13:34 WIB
Berdasarkan data dari Economist Intelligence Unit pada 2020, Indonesia berada di peringkat 61 dari 100 negara terkait dengan kesiapan...
Ist

Gandeng MongoDB, Amar Bank Akselerasi Dampak Sosial Positif

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 13:14 WIB
Amar Bank, pionir perbankan digital di Indonesia, fokus menyediakan pinjaman mikro melalui platform pinjaman digital berbasis data,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya