Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku bersyukur Indonesia mampu mewujudkan swasembada beras di tengah berbagai ancaman krisisi global. Sejalan dengan capaian itu, pembangunan infrastruktur pertanian seperti embung dan bendungan juga terus dibangun secara baik.
"Swasembada beras Alhamdulillah selama tiga tahun berturut-turut (2019-2021) kita bisa menjaganya," ujar Jenderal bintang empat ini melalui akun instagram pribadinya beberapa waktu lalu.
Menurut Kapolri, sektor pertanian merupakan sektor strategis yang harus dijaga bersama-sama. Bahkan sesuai arahan Presiden, Indonesia harus mampu meningkatkan nilai ekspornya melalui berbagai program yang ada.
"Harapan Bapak Presiden, ke depan kita bisa ekspor. Dan ini harus kita jaga karena ini kunci dari semuanya," katanya.
Kapolri mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua mengalami peningkatan sebesar 5,44% dari yang tadinya 5,01% di kuartal pertama. Alhamdulillah, kata Kapolri, posisi Indonesia cukup bagus apabila dibandingkan negara lainya.
Baca juga: Dunia Internasional Akui Tiga Tahun Indonesia Swasembada Beras
"Saya kira pengawalan terhadap investasi dan transformasi ekonomi sudah banyak di wilayahnya masing-masing tentunya ada yang saat ini sedang dikembangkan Kawasan ekonomi khusus tertentu baik green economy, industry hilir semua harus dijaga," katanya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam menjalankan pembangunan pertanian Indonesia.
Meski tidak mudah, pertanian tetap mampu menunjukan perkembangan yang positif dimana selalu menjadi penyangga ekonomi nasional disaat krisis pandemi melanda dunia. Terbaru, Indonesia dinyatakan Internasional Rice Research Institute (IRRI) sebagai negara swasembada beras.
"Pertanian selalu tumbuh positif disaat sektor lainya mengalami penambatan. Insya Allah kita akan terus bekerja membangun pertanian yang makin maju, mandiri dan moden," jelasnya. (RO/OL-09)
Potensi produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun ini selama periode Januari-Agustus meningkat dibanding tahun lalu
PEMERINTAH Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), memastikan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, terkait kasus tanah demplot pertanian.
Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat secara maraton bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (20/8).
Wamentan Sudaryono mengajak para wisudawan Polbangtan Yoma untuk menjemput impian dengan usaha terbaik dan bangkit membangun sektor pertanian.
Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi beras nasional hingga September 2025 surplus sebanyak 4,86 juta ton dari target yang telah ditetapkan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut HUT ke-80 RI merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap kemandirian pangan nasional.
Kebijakan Bapanas yang menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium sangat kontradiktif dengan klaim pemerintah terkait surplus beras dan swasembada pangan.
PEMERINTAH Indonesia tengah memacu transformasi ekonomi nasional melalui penguatan sektor pangan dan energi domestik.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Subejo, menilai pemerintah jangan lengah dan tetap menyusun strategi jangka panjang berbasis sains dan teknologi.
Mentan menjamin bahwa stok pangan nasional tetap dalam kondisi aman. Selain itu, penyerapan gabah dari petani diperkirakan bisa mencapai 400 hingga 500 ribu ton pada bulan ini.
Bulog optimistis bisa menyerap lebih banyak beras dari petani dalam waktu dekat.Terlebih, harga beli gabah dari petani sudah naik jadi Rp6.500 per kilogram (kg).
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan tak ada impor lagi di akhir 2025 guna mewujudkan swasembada pangan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved