Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani berpendapat bahwa disrupsi geopolitik menyebabkan suplai komoditas semakin terkendala. Sementara itu, permintaan komoditas terus meningkat. Kondisi tersebut pun berdampak pada lonjakan harga komoditas.
"Kita lihat harga natural gas yang sempat menyentuh US$9 (per MMBTU) drop ke US$5,6 (per MMBTU), kemudian naik lagi ke US$9,3 (per MMBTU) hanya dalam hitungan 2 bulan. Batu bara yang pernah menyentuh US$414 per ton di Maret, kemudian April drop US$256 per ton dan merangkak naik di US$433 per ton," paparnya, Selasa (30/8).
Baca juga: Nilai Penawaran Umum di Pasar Modal Capai Rp157,57 Triliun
"Demikian juga harga minyak, yang begitu terjadi perang di Ukraina, melonjak ke US$125 per barel, atau terkoreksi ke kisaran US$100 (per barel). Lalu, melonjak lagi pada US$126 (per barel). Saat ini, turun di US$99 (per barel)," imbuh Ani, sapaan akrabnya.
Adapun serupa juga terjadi pada harga CPO. Per Februari 2022, harga CPO mencapai puncaknya di angka US$1.779 per ton. Lalu, sempat jatuh di angka US$866 per ton. Saat ini, harg CPO merangkak kembali mendekati US$1.000 per ton.
"Ini menggambarkan risiko bergeser dari pandemi sebagai ancaman, sekarang konflik geopolitik dan inflasi yang menjadi konsekuensi kenaikan harga komoditas. Soal tingkat harga, kita bicara harga yang bisa naik 2-3 kali lipat dalam hitungan bulan," jelas Bendahara negara.
Baca juga: Banggar: Subsidi BBM tidak Tepat Sasaran, Mari Kita Akhiri
Lebih lanjut, dirinya menyinggung kondisi Bank Sentral di sejumlah negara maju, yang tengah dihadapkan pada situasi luar biasa rumit. Dalam hal ini, merespons tingkat inflasi yang tinggi dengan kebijakan moneter. Kebijakan tersebut berdampak pada ancaman pelemahan ekonomi.
"Bank Sentral di Eropa, Amerika Serikat dan Inggris dihadapkan pada buah simalakama yang sangat pelik. Mengelola atau mengontrol inflasi, yang sangat menentukan kredibilitas Bank Sentral, atau menjadi penyebab pelemahan ekonomi di negaranya masing masing. Ini akan terus berlangsung sampai 2023," katanya.(OL-11)
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Pengamat menilai keberanian pemberantasan korupsi diapresiasi.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily membuka P3N Angkatan ke-27 dengan harapan melahirkan pemimpin nasional berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Prabowo juga melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved