Kamis 25 Agustus 2022, 23:13 WIB

Inovasi Penjaminan dan Pendampingan Jamkrindo Bantu UMKM Go International

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Inovasi Penjaminan dan Pendampingan Jamkrindo Bantu UMKM Go International

Dok MI
Direktur Utama PT Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan

 

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) secara aktif dan berkelanjutan memberikan dukungan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing bisnisnya. Melalui program penjaminan dan pendampingan dari Jamkrindo, pelaku UMKM nasional dapat merambah pasar internasional.

Direktur Utama PT Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan mengatakan, Jamkrindo telah melakukan beragam upaya untuk mendorong UMKM masuk ke pasar global. Diantaranya dengan memboyong mitra binaan untuk tampil di pameran berskala nasional hingga internasional, baik yang di dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Korea, dan beberapa negara lainnya.

Putrama menambahkan, upaya Jamkrindo membawa UMKM Go International, tidak terlepas dari sejumlah pengembangan yang dilakukan perusahaan dari sisi penyediaan penjaminan.

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, Jamkrindo menghadirkan layanan yang inovatif dan kompetitif, sehingga aksesibilitas finansial bagi UMKM semakin terbuka. Hal ini sejalan dengan misi Jamkrindo membantu UMKM naik kelas agar semakin lebih besar dan berdaya saing.

"Sebagai pionir penjaminan kredit di Indonesia, Jamkrindo memiliki beragam produk penjaminan dan layanan digital yang bisa dimanfaatkan untuk mempermudah aksesibilitas finansial UMKM ke sumber pembiayaan. Di samping itu, pendampingan secara rutin dilakukan kepada UMKM dalam mengadaptasi proses digital di bisnisnya untuk jangkauan akses pasar yang lebih luas dan efektif. Kami meyakini bahwa digitalisasi merupakan kunci yang dapat mengakselerasi pertumbuhan UMKM di Indonesia agar naik kelas," ungkap Putrama melalui keterangannya, Kamis (25/8).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor Indonesia pada Juli 2022 mencapai US$ 25,57 miliar. Namun dari jumlah tersebut, kontribusi ekspor melalui UMKM dinilai masih relatif rendah.

Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan UMKM hanya menyumbang sekitar 15% dari total nilai ekspor nasional, terpaut sangat jauh jika dibandingkan dengan presentasi kontribusi UMKM di Tiongkok dan India. Pemerintah pun menargetkan kenaikan ekspor UMKM nasional di kisaran 17% pada tahun 2024.

Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Jamkrindo dengan segenap mitra penyalur pembiayaan diharapkan dapat memberikan pelayanan penjaminan dengan akses yang semakin mudah.

Putrama mencontohkan kolaborasi yang dilakukan Jamkrindo dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam memberikan fasilitas pembiayaan dan jaminan kredit ke petani Bogor untuk ekspor tanaman ke Belanda. Lebih dari 1.000 petani pohon yang dibina PT Minaqu Indonesia mendapatkan fasilitas kredit dan penjaminan kredit melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) hingga bisa ekspor tanaman ke Belanda.

Selain mendorong agar UMKM bisa ekspor, Jamkrindo juga terus mendorong optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan barang dan jasa. Hal ini sejalan dengan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri nasional.

Dalam melakukan pengadaan barang dan jasa, perusahaan senantiasa memprioritaskan komponen dalam negeri. Hal ini dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintah.

"Dengan semakin meningkatnya penggunaan produk-produk lokal diharapkan terjadi peningkatan utilisasi nasional yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi industri sehingga mampu bersaing di pasar dunia," Putrama.

Sampai dengan semester I 2022, PT Jamkrindo telah merealisasikan TKDN sebesar 63,73%. Tidak hanya itu, PT Jamkrindo juga senantiasa meningkatkan pendapatan UMKM dengan cara melibatkan pelaku UMKM dalam rantai pasok pengadaan perusahaan.

Selaras dengan visi pemerintah untuk meningkatkan peran serta UMKM dalam perekonomian nasional, Jamkrindo juga aktif melakukan transaksi pengadaan barang dan jasa di Pasar Digital (PaDi) UMKM.

PaDi UMKM adalah platform yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN bersama para perusahaan BUMN untuk memonitor kontribusi BUMN terhadap UMKM di seluruh Indonesia. Platform tersebut memudahkan UMKM memasarkan produk/jasanya serta memfasilitasi pengadaan antara perusahaan milik negara dan UMKM.

"Penggunaan PaDi UMKM ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk mendukung kemajuan ekosistem digital UMKM," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Suharso Monoarfa Mendapat Tugas Baru dari Presiden

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 21:35 WIB
Presiden Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai koordinator pelaksana pada Dewan Pengarah Nasional untuk pencapaian...
Antara

Mendag: Presiden Setuju Kucurkan Rp100 Triliun untuk Serap Produk Petani

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 21:23 WIB
Menurut Zulhas, sapaan karib Zulkifli Hasan, usulan itu dapat mendorong peningkatan kesejahteraan...
Antara/Arif Firmansyah.

Kompor Listrik di Rumah Subsidi Terkendala Penyambungan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 20:55 WIB
Program penggunaan kompor listrik induksi pada rumah bersubsidi sejauh ini masih terus berjalan. Hanya, terdapat kendala pada proses...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya