Sabtu 20 Agustus 2022, 19:04 WIB

Tingkatkan Pendapatan Rumah Tangga Petani, Mentan SYL Luncurkan Pelatihan Literasi Keuangan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Tingkatkan Pendapatan Rumah Tangga Petani, Mentan SYL Luncurkan Pelatihan Literasi Keuangan

Dok. Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus menggerakan berbagai program akselerasi yang dapat meningkatkan stok pangan nasional sekaligus pendapatan rumah tangga petani guna menghadapi tantangan krisis pangan dunia akibat cuaca ekstrim.

Salah satunya menggelar pelatihan literasi keuangan bagi perwakilan rumah tangga petani sekaligus pelatihan teknis bagi penyuluh dan bimbingan teknis Smart Farming dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani.

"Saat ini kecukupan pangan menjadi super prioritas mengingat terjadinya krisis pangan global dan di Indonesia sudah kita rasakan adanya gejolak harga bahan pangan. Agar peluang ini dapat mendorong kesejahteraan petani, maka petani harus mampu mengelola dan merencanakan keuangan rumah tangga dan usaha tani saat ini maupun di masa mendatang," demikian dikatakan Mentan SYL pada pembukaan pelatihan tersebut di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku di Gowa, Sabtu (20/8).

SYL menjelaskan sektor pertanian adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sebab jika ingin masyarakat sejahtera dan negara kuat, jawabanya adalah pertanian.

Terbukti, satu-satunya sektor yang menyelamatkan perekonomian nasional akibat dampak pandemi covid 19 hanya sektor pertanian dan bahkan perekonomian dunia termasuk Amerika mengalami kontraksi.

"Oleh karena itu, bagi Kementan program akselerasi seperti pelatihan literasi ini penting untuk membangun konsepsi perencanaan yang terstruk terukur, terprogram dan visible. Sehingga berapa modal dan keuntungan terlihat sehingga pelatihan ini sangat penting untuk membangun cash flow ke depan," jelasnya.

"Selain itu, pelatihan ini pun penting untuk membangun mindset baru, cara budidaya, prilaku petani yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan. Dengan begitu, usaha peningkatan produksi tidak terhambat dan kesejahteraan petani pun terjamin," pinta SYL.

Baca juga : Kunjungi Konawe Selatan, Mentan Ajak Pemda dan Petani Tingkatkan Produksi

Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu menambahkan pelatihan ini juga sangat penting adanya agresivitas pembangunan pertanian. Terutama dapat memahami lebih luas sekaligus mengakses lebih besar Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digulirkan pemerintah, karena hingga saat ini sektor pertanian terakses dengan KUR dengan hasil yang baik.

"Oleh karena itu, ini menjadi titik sentral dan memperkuat KUR pada semua jenis komoditi pertanian. Bapak Presiden Jokowi telah menginstruksikan semua Bank untuk menggulirkan KUR lebih agresif. Kredit KUR yang macet di tahun 2022 ini hanya 0,06 persen dan tahun sebelumnya 0,03 persen. Ini menunjukan petani cukup displin dan tulus mengelola dana KUR," tutur SYL.

Bersamaan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, oelatihan literasi keuangan bagi rumah tangga petani bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam penerapan pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha tani. 

Selanjutnya untuk meningkatkan rasa percaya diri rumah tangga petani sasaran dalam mengakses dan menggunakan fasilitas layanan keuangan KUR dan produk keuangan lainnya. 

"Pelatihan ini didukung oleh IFAD untuk mensukses program Rural Empowerment And Agricultural Development Scaling Up Initiative (Readsi). Tujuanya untuk mengelola kewirausahaan dan memberdayakan rumah tangga pedesaan dengan keterampilan dan percaya diri. Sehingga terjadi peningkatan pendapatan dan mata pencaharian rumah tangga petani secara berkelanjutan," terang Dedi.

Perlu diketahui, pelatihan itu dilakukan secara off-line dan virtual dengan jumlah peserta sebanyak 9.492 orang dari 2.373 kelompok yang tersebar di 342 desa, 120 kecamatan, 18 kabupaten dan 6 provinsi lokasi Program READSI. (RO/OL-7) 

Baca Juga

AFP/Andre Pain.

Suku Bunga Bank Sentral Eropa Naik 50 Bps

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 03 Februari 2023, 11:00 WIB
Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan tingkat suku bunga 50 bps, mendorong kenaikan dari 2,5% - 2,75% menjadi 3% -...
Daniel ROLAND / AFP

Suku Bunga Bank Sentral Eropa Naik 50 Bps

👤 Fetry Wuryasti 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:58 WIB
Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan tingkat suku bunga 50 bps, mendorong kenaikan dari 2,5% - 2,75% menjadi 3% -...
Antara

Bulog Akan Resmikan Rice Milling Plant di 10 Sentra Produksi Beras Indonesia

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:47 WIB
Pemerintah melalui Perum Bulog akan meresmikan Rice Milling Plant (RMP) pada pertengahan tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya